Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Dokun (Barbodes lateristriga) di Sungai Tebudak Desa Pisak Kabupaten Bengkayang
DOI:
https://doi.org/10.26418/akuatik%20tropis.v2i1.80674Keywords:
Pola pertumbuhan, faktor kondisi, ikan dokunAbstract
Sungai Tebudak merupakan sungai yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakat Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas biasanya menangkap ikan untuk dikonsumsi. Ikan dokun (Barbodes lateristriga) termasuk salah satu spesies ikan hasil utama dari Sungai Tebudak, yang dijadikan sebagai ikan konsumsi, sehingga sering terjadinya aktivitas penangkapan yang berkelanjutan pada ikan ini. Lambat laun kondisi ini akan membuat ikan mengalami penurunan populasi jika tidak segera dilakukan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dokun di Sungai Tebudak. Penelitian ini dilakukan di Sungai Tebudak, Desa Pisak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret dan April. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan pengambilan secara langsung. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan dokun. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan dokun jantan berjumlah 25 ekor dan ikan betina berjumlah 35. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sedikit dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Model hubungan panjang-berat ikan dokun jantan memiliki nilai b sebesar 1,412, sedangkan ikan betina memiliki nilai 1,839. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya pertambahan panjang dan beratnya sama, namun ikan dokun memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Nilai rata-rata faktor kondisi didapat berdasarkan data keseluruhan antara ikan jantan dan betina, nilai faktor kondisi tertinggi terdapat pada ikan jantan sebesar 1,002, dan terendah pada ikan betina sebesar 1,000.
References
Biring,D. 2011. Hubungan Bobot Panjang dan Faktor Kondisi Ikan Pari (Dasyatis Kuhlii, Muller & Henle, 1841) yang Didaratkan di Tempat Pelelangan IkanPaotere Makassar Sulawesi Selatan. Skripsi. Jurusan Perikanan.Universitas Hasanuddin. Makassar.
Effendie, M. I. (2002). Biologi Perikanan. Yogyakarta,Yayasan Pustaka Nusatama. Hal. 97-99; 153-155.
Harteman, E. 2015. Korelasi Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Estuari Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmiah Hewan Tropika. 4 (1) : 56-70.
Mulfizar., A. Zainal., Muchlisin dan D. Irma. 2012. Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Tiga Jenis Ikan yang Tertangkap di Perairan Kuala Gigieng, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aceh. Jurnal Depik. 1 (1) : 1-9.
Rizal. 2023. Struktur Komunitas Ikan Di Sungai Tebudak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura, fakultas Pertanian.
Sarfila., Halil dan H, Arami. 2018. Pertumbuhan dan Hubungan Panjang Berat Ikan Kapas-Kapas (Gerres oyena) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 3 (2) : 135-142.
Walpole, R, E. 1995. Pengantar Statiska. Edisi ke-3. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sunarni. (2017). Hubungan Panjang Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Belanak (Mugil Dussumieri) di Muara Sungai Kumbe Kabupaten Merauke. Agricola, 7(1), 136–143.
Susanto, D. I., Novitasari. 2017. Struktur Umur dan Faktor Kondisi Ikan di Sungai Logawa Wilayah Kabupaten Banyumas. Jurnal Sainteks. 14 (1): 1-10.
Rifqie GL. 2007. Analisis Frekuensi Panjang dan Hubungan Panjang Berat Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) di Teluk Jakarta [Skripsi]. MSP, FPIK, IPB. Bogor.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 riski bastanta simorangkir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors retain the copyright and have full control over their own published scholarly work. This allows the scientific community to have free and immediate access to the content as soon as the work is published online. Authors grant us the right of first publication and dissemination of the articles.
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management is an open-access journal in accordance with the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
(CC BY-SA 2.0) License that allows others to Share "” copy and redistribute the material in any medium or format; Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.