Produktivitas Primer Di Muara Sungai Nibung Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Lulu Lutfiah
  • Widadi Padmarsari Soetignya Universitas Tanjungpura
  • Ahmad Mulyadi Sirodjul Munir Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/akuatik%20tropis.v3i1.90872

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya muara sungai sebagai pertemuan ekosistem air tawar dan laut yang berperan krusial bagi kehidupan organisme perairan. Produktivitas primer perairan menjadi faktor penting untuk kelangsungan hidup biota di ekosistem perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a fitoplankton dan kelimpahan fitoplankton, serta menganalisis kondisi lingkungan fisika dan kimia di muara tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengukuran konsentrasi klorofil-a, perhitungan kelimpahan fitoplankton, dan pengukuran parameter fisika-kimia perairan.  Hasil penelitian di Muara Sungai Nibung menunjukkan variasi tingkat kesuburan perairan dari oligotrofik hingga mesotrofik, dengan analisis klorofil-a tertinggi di stasiun 1 (muara sungai) sebesar 2,67 mg/m ³ (mesotrofik), terendah di stasiun 2 (dekat pemukiman) sebesar 1,63 mg/m ³ (oligotrofik), dan stasiun 3 (area mangrove) sebesar 2,14 mg/m ³ (mesotrofik). Produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a konsisten menunjukkan tingkat oligotrofik di semua stasiun, dengan nilai tertinggi di stasiun 1 (183,85 gC/m ³/hari) dan terendah di stasiun 2 (142,33 gC/m ³/hari), serta teridentifikasi 14 spesies fitoplankton dengan Synedra sp sebagai spesies dominan (324 Sel/m ³). Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu (28-30 °C), pH (6,4-6,77), DO (3,07-3,43 mg/L), kecerahan (48,7-64,3 cm), nitrat (1,0-2,0 mg/L) dan fosfat (1,5-2,1 mg/L), dimana nilai-nilai tersebut masih dalam rentang yang mendukung kehidupan organisme akuatik, meski parameter DO berada di bawah kondisi ideal.

References

Dahuri, R., J, Rais., S.P. Ginting., M.J. Sitepu.1996. Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Penerbit Pradnya Paramitha. Jakarta.

Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.

Hariyadi, Sigid, Enan M. Adiwilaga, Tri Prartono, Sudodo Hardjoamidjojo, dan A. D. (2010). Produktivitas Primer Estuari Sungai Cisadane Pada Musim Kemarau. LIMNOTEK, 17(1), 49–57.

Kaswadji, R. (2006). Kesuburan Biologi Lingkungan Laut arafura dalam Presfektif Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Tangkap Laut Arafura.

Kennish, M.J. (1990). Ecology of Estuaries: Anthropogenic Effects. CRC Press, Boca Raton, FL.

Kusumaningtyas, M. A., Bramawanto, R., Daulat, A., & Pranowo, W. S. (2014). Kualitas perairan Natuna pada musim transisi. Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 3(1), 10-20.

Mustafa, H. 2000. Teknik Sampling. Bandung : UPI.

Nybakken, J.W. (1992). Marine Biology: An Ecological Approach. Harper Collins Publishers, New York

Paerl, H.W., & Otten, T.G. (2013). Harmful cyanobacterial blooms: causes, consequences, and controls. Microbial ecology, 65(4), 995-1010.

Pitoyo, A dan Wiryanto. 2002. Produktifitas Primer Perairan Waduk Cengklik Boyolali. Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Surakarta. Semarang.

Wetzel R.G. 2001. Limnology: lake and river ecosystem. Academic Press, San Diego, pp 1006.

Winder, M., & Sommer, U. (2012). Phytoplankton response to a changing climate. Hydrobiologia, 698(1), 5-16.

Zahid, A., Charles, P.H.S., M.F. Rahardjo., Sulistiono.2011. Ikhtiofauna ekosistem estuary Mayangan, Jawa Barat. Jurnal Iktiologi Indonesia. Vol. 11(1).

Downloads

Published

2025-05-30