KAJIAN ETNOMATEMATIKA DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT DAYAK KANAYATN DI KECAMATAN TOHO KABUPATEN MEMPAWAH

Authors

  • Eka Eka Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tanjungpura
  • Sugiatno Sugiatno Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tanjungpura
  • Munaldus Munaldus Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/ja.v2i2.49586

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Adat Dayak Kanayatn sebagai aspek matematis dalam pernikahan yang berkaitan dengan kajian etnomatematika, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran matematika disekolah, serta aspek matematis yang terdapat dalam tradisi pernikahan. Tujuh subjek dalam penelitian yaitu: 1 ahli patone"™, 1 pembantu patone"™, subjek pelaksana: 1 perias, 2 orang tua pria,  2 orang tua  wanita. Objek penelitian yaitu Tradisi Pernikahan Masyarakat Dayak Kanayatn di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Penelitian berjenis deskriptif kualitatif. Data hasil wawancara subjek penelitian, kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Kanayatn Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Kemudian dikaji aspek matematisnya berdasarkan 6 aktivitas dasar matematis. Satu aspek matematis yang dominan, yaitu membilang. Aspek membilang nampak ketika Patone"™ melakukan nyangahatn, yang bertujuan memohon kepada Jubata agar turut campur dalam Pernikahan. Patone"™ mengawali aktivitas   membilang: asa"™, dwa, talu, ampat, lima, anam, tujuh.   Angka tujuh adalah angka paling   tinggi bermakna kegenapan.

Kata kunci: Kajian Etnomatematika, Tradisi Pernikahan, Masyarakat Dayak Kanayatn

References

Barton, B. (1996). Making Sense Of Etnhomathematics: Ethnomathematics Is Making Sense. Educational Studies In Mathematics. [diakses, 11 Februari 2021]

D'Ambrosio, U. On ethnomathematics. 1989. Philosophica Mathematica (2) 4 no.1, 3-14 [diakses, 15 Februari 2021].

Hartoyo, A. 2012. Eksplorasi Etnomatematika pada Budaya Masyarakat Dayak Perbatasan Indonesia-Malaysia Kabupaten Sanggau Kalbar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13 (1) [diakses, 20 November 2020].

National Council of Teacher of Mathematics. (2000). Principles And Standarts For School Mathematics. School Science And Mathematics (Vol 47). [diakses, 25 Februari 2021]

Noriana, 2019 – Perkawinan Adat Masyarakat Muslim Suku Dayak Ngaju: Sejarah dan Akulturasi Islam Terhadap Budaya Lokal di Desa Petak Bahandang. [diakses, 20 November 2020]

Orey, Daniel Clark & Rosa, Milton. 2006. Etnomathematics: Cultural Assertions And Challenges Towards Pedagogical Action. The Journal Of Mathematics And Culture. [diakses, 11 September 2020]

Puntor (usia 55 Tahun) Selaku Ketua Adat di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. [diakses, 25 September 2020]

Sintani Sana, 2018 – Perkawinan Adat Dayak Ma’anyan Sebagai Ujud Pendidikan Masyarakat. [diakses, 20 November 2020]

Wahyuni, A., dkk. 2013. Peran Etnomatematika dalam Membangun Karakter Bangsa. Prosiding ISBN : 978-979-16353-9-4. Makalah dipresentasikan dalam Seminar nasional Matematika dan Pendidikan Matematika dengan tema “Penguatan Peran Matematika dan Pendidikan Matematika untuk Indonesia yang Lebih Baik†[diakses, 15 Oktober 2020].

Downloads

Additional Files

Published

2021-12-28