Tato Sebagai Gaya Hidup Kaum Perempuan Perkotaan
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v1i2.43407Keywords:
Meaning, Lifestyle, Tattoos.Abstract
Penelitian ini berjudul "Tato Sebagai Gaya hidup Kaum Perempuan Di Perkotaan". Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai makna tato sebagai gaya hidup kaum perempuan perkotaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisa makna tato bagi penggunanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui, menggambarkan dan menganalisa makna tato bagi remaja perempuan di kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat remaja yang menggunakan tato dengan alasan yang beragam namun tidak terlepas dari itu mereka menganggap tato sebagai seni keindahan. Makna tergantung pada individu masing-masing, setiap orang memiliki makna tersendiri terhadap tato yang mereka miliki. Makna-makna-makna tersebut berdasarkan kepentingan masing-masing, kepentingan itu tergantung pada selera. Kesimpulanya adalah tato memiliki makna tersendiri bagi penggunanya setiap manusia atau masyarakat memaknai seseuatu berdasarkan apa yang ada pada pikirkan serta yang dapat diterima oleh diri mereka. Makna yang terkandung pada masing-masing individu berbeda dan bertujuan untuk penyampaian sesuatu serta pengekspresian diri untuk itu tidak seharusnya individu menghakimi makna yang coba disampaikan oleh orang lain.
References
Aditya nugroho (Skripsi) fenomena komunikasi perempuan bertato di pekanbaru. Web file:///E:/201244-fenomena-komunikasi-remaja-perempuan-ber.pdf. Diakses 25 Mei 2019 pukul 19.00 WIB
Anonim. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Ambarsari, Dwi. 2002. Kebijakan Publik dan Partisipasi Perempuan, Pattiro, Surakarta.
Bungin, Burhan. 2015. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. Rajawali Pers.
Baudrillard, Jean. 2011. Masyarakat Konsumsi. Terjemahan Wahyunto. Yogyakarta. Kreasi Wancana.
Bidari Medi Sibuea 2014 (Skripsi) “Penguna tato pada masyarakat (Studi Terhadap Tato Sebagai Bentuk Komunikasi Non Verbal). Web file:///E:/JURNAL/tato.pdf. Diakses 25 Mei 2019 pukul 19.00 WIB
Daryanto, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Apollo Lestari,1998), h. 551 Diakses 26 mei 2019 pukul 19.00 WIB
Eco, Umberto.1976. Teori Semotika Signifikasi Komunikasi, Teori Kode, Serta Teori Produksi-Tanda. Sidorejo. Krasi Wacana.
Gibaldi, Joseph. 2016. MLM Handbook for Writers of Research Papers. New York: The Moderen Language Association of America.
Hidayat, Medhy Aginata.2012. Menggugat Moderenisme: Mengenal Rentang Pikiran Postmoderenisme Jean Baudrillard. Yogyakarta. Jalasutra.
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakatra: Rineka Cipta.
Marcel, Denis. 2004. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
Menno, S dan Alwi, Mustamin. 1992. Antropologi Perkotaan, Jakarta: Rajawali Press
M. Dwi Marianto dan Syamsul Barry. 2000. Tato. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia.
Marianto, M.D & Barry, S. 2004. Tato. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Instusti Seni Indonesia.
Oleng, Hatib Abdul Kadir. 2006. Tato. Yogyakarta: Lkis.
Spradley, James. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sugiyono. 2013. Metode penelitian manajemen. Bandung: CV Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.