Makna Kasai-Langger pada Perempuan Melayu Kelurahan Semelagi Kecil Kecamatan Singkawang Utara
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v2i1.46246Keywords:
Kasai-Langger, Malay, Tradition, WomenAbstract
This study aimed to describe the Kasai-Langger Tradition, the process of Kasai-Langger Tradition, and to analyze the symbolic meaning of the material used in the Kasai-Langger Tradition. Self-cleaning for humans is one of the healthcare behaviors that has become a human habit for a long time. Malay women in Kelurahan Semelagi Kecil have a tradition of cleaning their bodies after their menstruation is finished, namely the Kasai-Langger Tradition. This study used the theory of the symbols Meaning of Victor Tuner because this research wanted to know the meaning of the materials used in the Kasai-Langger tradition. This study used qualitative and ethnographic methods. Data were collected using observation, interviews, and documentation. The result showed that Kasai-Langger is a traditional of mandatory bathing that must be done by Malay women in Kelurahan Semelagi Kecil after menstruation. This tradition has three process, namely the preparation of materials for the Kasai-Langger Tradition, the Kasai-Langger bathing processes, and the final process of the Kasai-Langger Tradition. This tradition has the material used meaning in the Kasai-Langger Tradition, such as Langger which means the sanctity of the body. The Kasai-Langger Tradition is a hereditary tradition that has been carried out for a long time until now.
References
Endraswara, Suwardi. (2017). Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Haviland, William A. (1985). Antropologi Edisi Keempat Jilid 2. Terjemahan R.G Soekadijo. Jakarta: Erlangga.
Saifuddin, Achmad Fedyani. 2005. Antropologi Kontemporer. Jakarta: Kencana.
Spradley, James.P. 2006. Metode Etnografi. Diterjemahkan oleh Amri Marzali. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
-------. 2017. Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Ahyat, Syamtasiyah Ita. 2012. “Dinamika Dan Pengaruh Budaya Melayu Di Kalimantan Baratâ€. Diakses pada 9:10 WIB 10 Oktober 2019. https://icssis.files.wordpress.com/2012/05/09102012-35.pdf.
Humaeni, Ayatullah. 2015. “Tabu Perempuan Dalam Masyarakat Bantenâ€. Jurnal Humaniora Vol. 22. No. 2. Diakses pada 13:50 WIB 2 September 2019. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/10585.
Kuniawan, Syamsul. 2018. “Globalisasi, Pendidikan Karakter Dan Kearifan Lokal yang Hybrid Pada Orang Melayu Kalimantan Baratâ€. Jurnal Penelitian. Vol. 12, No. 2. Diakses pada 20:30 WIB 31 Oktober 2019. https://www.researchgate.net/publication/335298820_Globalisasi_Pendidikan_Karakter_dan_Kearifan_Lokal_yang_Hybrid_Islam_pada_Orang_Melayu_Kalimantan_Barat.
Mustansyir, Rizal. 2015. Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Sambas Dalam Tinjaun Filosofis. Yogyakarta: Fakultas Filsafat, Universitas Gajah Mada. https://repository.ugm.ac.id/id/eprint/273529.
Sulistyowati, Listiana. 2013. “Partisipasi Masyarakat Pada Pelestarian Tradisi Suran Mbah Demang Sebagai Kearifan Lokal Di Modinan, Banyuraden, Gampang, Slemanâ€. Skripsi: Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses pada 19:55 WIB 10 Oktober 2019. https://eprints.uny.ac.id/18427/.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.