Rumah Lanting di Sungai Sambas Desa Sumber Harapan Kecamatan Sambas Kalimantan Barat (Etnografi Budaya Sungai)
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v2i1.46311Keywords:
Etnography, Floating, Lanting House, RiverAbstract
This study aimed to find about the history of the Lanting house and more deeply understand the characteristics of the Lanting houses, floating on the river in Sumber Harapan Village. This study used a qualitative approach with the ethnography research method. Triangulation method was used to test the validity of the data. According to Malinowski"™s functional theory, all cultural activities actually intend to satisfy a series of instincts of human beings that are related to their entire lives. Thus, the techniques of data collection were observation, interviews, and documentation.The results of this study indicate that the Lanting House not only functions as a place to live, but also develops as a place of business. There are two functions of the Lanting House in Sumber Harapan Village such as the function of a residence that provides protection from disturbances, arise from the environment around them. The second was not only used as shelter, but also as a place of business as a fulfillment of their lives because of the changing life patterns. In addition, each Lanting house has similar form one from another, which has a simple room pattern.
References
Adi, Henny Pratiwi dan Wahyudi, S. Imam (2021). Desain Platform untuk Konstruksi Bangunan Apung. Semarang:UNISSULA PRESS.
Bungin Burhan. (2006). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Daryanto, Bambang. (2004). Rumah Lanting : Rumah Terapung di atas Air Tinjauan Aspek Tipologi Bangunan. Dalam Jurnal Info-Teknik : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi teknik. Vol 5, No 2.
Koentjaraningrat. (1980). Sejarah Antropologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mahardika P., Dido Cahya dan Triwilaswandio, WP. (2017) Analisis Teknis dan Ekonomis Pengembangan Industri Rumah Apung Sebagai Pendukung Wisata Bahari Indonesia. Dalam Jurnal Teknik ITS Vol. 6, No.2 .
Maryono, Irawan. 1982. Pencerminan Nilai Budaya Dalam Arsitektur di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Mustansyir, Rizal. (2013) Kearifan dan kendala Lokal Warga lanting Sebagai penghuni Pinggiran Sungai Sambas kalimantan Barat. Prosiding The 5 th International Conference on Indonesia studies: “Ethnicity and globalizationâ€.
Mutia, Indah dan Dahliani. 2014. Eksistensi dan Preferensi Bermukim di Rumah Lanting . dalam Lanting Journal Of Architecture Vol. 3 No. 1.
Rahman, Muhammad Aulia Ur. 2014. Pelestarian Rumah Lanting Berlandaskan Budaya Sungai Masyarakat Kota Banjarmasin.. E-Journal Graduate Unpar. Vol.1 No.2
Rizqi, Amar. (2017). “Rumah Lanting†Arsitektur Vernakular Suku Banjar Yang Mulai Punah. Dalam jurnal Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal vol. 9 No. 2.
Seman, S dan Irhamna. (2001). Arsitektur Tradisional Banjar Kalimantan Selatan. Banjarmasin : Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Kalimantan Selatan.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Werdiningsih, Hermin, Indrosaptono, Djoko ; dan Darmawan, Edy. (2015). Perubahan Tata Letak Ruang Rumah Tinggal Disepanjang Jalan Utama Lingkungan Dikaitkan Dengan Kegiatan Ekonomi Studi Kasus Perumahan Plamongan Indah Semarang. Dalam jurnal Modul Vol.15 No.2.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.