Rumah Radakng sebagai Ikon Pariwisata Budaya di Pontianak Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v2i1.46322Keywords:
Culture, Dayak, Rumah Radakng, TourismAbstract
The research aimed to describe anthropological socio-cultural phenomena in observing the existence of Rumah Radakng for tourists. This research used ethnographic method and qualitative descriptive approach with the problem related to culture. Data collection was conducted using observation, in-depth interview, and documentation. The research was conducted in Dayak traditional house, Rumah Radakng in Pontianak. Based on the data obtained, Rumah Radakng functions as an alternative for cultural tourism in introducing cultural manifestation as a center of Dayak cultural activities. Currently, Rumah Radakng functions as an icon of cultural tourism in Pontianak. In addition, Rumah Radakng served as an educational media and a means to spread cultural existence in Kalimantan, especially Dayak culture. The existence of Rumah Radakng in Pontianak has caused local and foreign tourists to visit in order to see hoe Dayak house is in Kalimantan. The tourists who would like to learn and understand local culture such as traditions, customs and uniqueness are the expected feedback when traveling. Pontianak Rumah Radakng has a potential as a destination for cultural tourism in providing knowledge, philosophy and values of Dayak culture.
References
Adelbertus. 2013. Rumah Radakng Pontianak Kebanggaan Masyarakat Dayak Kalbar. Kompasiana. Diakses 12 Juli 2019.
Bachtiar, Wardi. 2013. Sosiologi Klasik dari Comte Hingga Parsons. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Dinata, Arda., Habib Nanang Setyabudi., Muilin., Gurendro Putro. 2014. Rumah Sehat Jubata Radakng Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak. Jakarta: Balitbangkes (IKAPI). Diakses 11 Juli 2019.
Djono., Tri Prasetyo Utomo., Slamet Subiyantoro. 2012. “Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisonal Jawaâ€. Humaniora Vol 24. No.3 ;269-278.
Endaswara, Suwardi. 2012. Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Hartatik. 2013. “Rumah Panjang Dayak Monumen Kebersamaan yang Kian Terkikis oleh Zaman: Studi Kasus Dayak Kanayant Di Kalimantan Baratâ€. Jurnal Naditira Widya Vol 7 No.1. Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Diakses 11 Juli 2019.
Haryanto. 2015. Musik Suku Dayak Sebuah Catatan Perjalanan di Pedalaman Kalimantan. Yogyakarta: Bintang Pustaka. Diakses Juli 11, 2019.
Jauhari, Imam B. 2012. Teori Sosial: Proses Islamisasi dalam Sistem Ilmu Pengetahuan. Celeban Timur: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat. 2014. Sejarah Teori Antropologi 1. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).
---------------------. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi (edisi revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Marzali, Amri. 2016. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jakarta: Prenada Media.
Rahmi, Siti Atika. 2016. “Pembangunan Pariwisata Dalam Perspektif Kearifan Lokalâ€. Jurnal Reformasi. Vol.6, No.1.E-ISSN 2407-6864.
Simanjuntak, A Bungaran., Flores Tanjung., dan Rosramadhana Nasution. 2017. Sejarah Pariwisata Menuju Perkembangan Pariwisata Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Umanailo, Chairul Basrun. 2016. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Forum Aktif Menulis Publishing (FAM Publishing). Diakses 12 Juli 2019.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutiarso, Agus., K.T. Pratiwi Arcana., N.P. Eka Juliantari., I.M. Bayu Gunantara. 2018. Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya Di Desa Selumbung Karangasem. Jurnal Pariwisata Budaya. Vol 3 No.2: 15-23.
Wilopo, Khusnul Khotimah. Hakim Luchman. 2017. “Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya (Studi Kasus pada Kawasan Situs Trowulan sebagai Pariwisata Budaya Unggulan di Kabupaten Mojokerto)â€. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol 41 No.1: 56-65. 87665-ID-strategi-pengembangan-destinasi-pariwisa.pdf.
Yoety, Oka A. 2013. Komersialisasi Seni Budaya dalam Pariwisata. Bandung: CV. Angkasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.