Anai Ube' Ta: Makna Tembakau Dalam Kehidupan Masyarakat di Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v2i2.49227Keywords:
Mentawai, Socio-cultural, Tobacco, Ube'Abstract
This study describes the knowledge of the Mentawai people about plants used as cigarettes. These plants include koraraiba, bulug gettek, paddoka, kaokok, ube' leleu and the panorama they roll with banana leaves (bulug magok sareu and Bulug magok soggunei). Processed from each of these plants they call ube'. The word ube' for the Mentawai people means cigarettes and tobacco. Ube' is used in the socio-cultural atmosphere of the Mentawai people such as rituals (punen), hunting, gathering (silaturahmi) and interacting with outsiders (sasareu).
In a ritual led by a sikerei usually uses ube' as an intermediary (gaud) for worship, conditions for requesting permission, thanks and as gifts. Because at the time of the sikerei ceremony, the ancestral spirit (the spirit of the ruler) is called to assist in the ritual, so the ube' is offered in the ceremony and besides that it is also smoked together. Ube' is also a requirement and as an application for permission to the forest authorities (taikaleleu) when entering the forest for hunting purposes or opening new fields. In the Mentawai community, ube' is also used to establish human relations and create an atmosphere of intimacy, togetherness and strengthen inter-tribal relations (uma). So often heard the word anai ube' ta which means double, between asking and offering ube' to someone.
References
Bakker, Laurens. (1999). Tiele! Turis!. The Social and Ethnic Impact of Tourism In Siberut (Mentawai). Unpublishing M. A in Cultural Anthropology. The Netherlands. Leiden University.
Coronese, Stefano. (1986). Kebudayaan Suku Mentawai. Jakarta. Grafidian Jaya.
Creswell, W. John. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset Memilih Diantara Lima Pendekatan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Delfi, Maskota. (2005). Dari Desa ke Laggai: Resistensi dan Identitas Orang Mentawai di Muntei, Siberut Selatan, Sumatera Barat. Tesis Master Pada Program Studi Antropologi. Jurusan Ilmu-ilmu Humaniora Fakultas Ilmu Budaya. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
______________. (2012). Sipusilam Dalam Selimut Arat Sabulungan Penganut Islam di Mentawai Siberut. Jurnal Al-Ulum Vol. 12, No. 1, Juni 2012. Hal. 1-34.
DM, Abhisam, (et.al.). (2011). Membunuh Indonesia Konspirasi Global Penghancuran Kretek. Jakarta Selatan. Penerbit Kata-kata.
EA, Puthut, (eds.). (2013). Ekspedisi Cengkeh. Makassar. Ininnawa dan Layar Nusa.
E, R, Billings. (2019). History of Tobacco Sejarah Tembakau dan Penyebarannya. Yogyakarta. Indoliterasi.
Geertz, Clifford. (1998). After The Fact: Dua Negeri, Empat Dasawarsa, Satu Antropolog (terj.). Yogyakarta. LkiS.
______________. (1992a). Tafsir Kebudayaan (terj.). Yogyakarta. Kanisius (Anggota IKAPI).
______________. (1992b). Kebudayaan dan Agama (terj.) Yogyakarta. Kanisius (Anggota IKAPI).
Hammons, S. Christian. (2010). Sakaliou: Reciprocity, Mimesis and the Cultural Economy of Tradition in Siberut, Mentawai Islands, Indonesia. A Dissertation, Faculty of the USC Graduate School. University of Southern California.
Haryanto, B. Odulfus. (2013). “Pergeseran Makna Belis dalam Perkawinan Adat Orang Ruteng di Kabupaten Manggaraiâ€. Kupang. Skripsi, Fakultas Filsafat Agama Universitas Katolik Widya Mandira.
Li, M. Tania. (2002). Proses Transpormasi Daerah Pedalaman di Indonesia. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.
Persoon, Gerald dan Reimar Schefold (ed.). (1985). Pulau Siberut. Jakarta. Bhratara Karya Aksara.
Ponting, J, (et.al). (2005). Deconstructing Wonderland: Surfing Tourism in Indonesia “Society and Leisureâ€. Australia. School of Leisure, Sport and Tourism University of Technology, Sydney. Pp. 141-162.
Rudito, Bambang. (1997). “Uma†Dalam Kehidupan Masyarakat Mentawai di Sumatera Barat. Tesis Master Program Pasca sarjana Universitas Padjajaran Bnadung.
Rudito, Bambang dan Maskota Delfi. (1998). Peranan Pengetahuan Tradisional Wanita Mentawai dalam Manajemen Sumber Daya Alam dan Konservasi. Jakarta. Laporan Proyek Penelitian UNESCO.
Rudito, Bambang. (1999). Masyarakat dan Kebudayaan Suku Bangsa Mentawai. Padang. Laboratorium Antropologi Mentawai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas.
______________. (2005). Fungsi Upacara Bebetei Uma Pada Orang Mentawai. Disertasi Doktor Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Depok.
______________. (2013). Bebetei Uma Kebangkitan Orang Mentawai: Sebuah Etnografi. Yogyakarta. Penerbit Gading dan Indonesia Center for Substainable Development (ICSD).
Schefold. Reimar. (1988). LIA, Das grosse Ritual auf den Mentawai-Inseln (Indonesien). Berlin: Dietrich Reimer Verlag.
______________. (1985a). “Kebudayaan Tradisional Mentawaiâ€. Dalam Gerarld Parsoon dan Reimar Schefold, (Eds.). Pulau Siberut. Jakarta. Bhratara Karya Aksara.
______________. (1991). Mainan Bagi Roh Kebudayaan Mentawai. Jakarta. Balai Pustaka.
Spina, Bruno. (1981). Mitos dan Legenda Suku Mentawai. Jakarta. Balai Pustaka.
Spradley, P. James. (2006). Metode Etnografi. Yogyakarta. Tiara Wacana.
Sunaryo, Thomas. (2013). Kretek Pusaka Nusantara. Jakarta. Serikat Kerakyatan Indonesia (SAKTI).
Wibisono, Nuran. (2014). Dunia Iskandar Tembakau, Humanisme dan Kepemimpinan. Jakarta Selatan. Indonesia Berdikari.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.