Perawatan Tubuh Tradisional Pra-Nikah Calon Pengantin pada Melayu di Desa Semuntai Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v5i1.74608Abstract
Bridal showers called Batangas are essential steps in an ethnic Malay wedding in Sanggau Regency. Batangas is a steam bath procession that aims to cleanse oneself so they are ready to carry out the wedding procession. This research focuses on the Batangas procession of prospective brides and grooms in the Malay community. This research uses qualitative ethnographic methods conducted in Semuntai Village. Foster and Anderson's theory is used as an analytical tool. This research found that betangan is a pre-wedding tradition carried out with a steam bath. This tradition has health values, such as a body that feels healthier and more confident on the wedding day.
References
Aisyah, S. (2018). Makna Upacara Adat Perkawinan Budaya Melayu Deli terhadap Kecerdasan Emosional. ANTHROPOS: Jurnal Antropologi Sosial Dan Budaya, 4(1).
Budiono, S., Firdaus, W., Riset, B., & Nasional, I. (2022). Penanda Identitas dalam Penamaan Wilayah Administrasi di Kabupaten Sanggau. Jurnal Ilmiah Masyarakat Lingusitik Indonesia, 40(2), 227–243.https://doi.org/https://ojs.linguistik-indonesia.org/index.php/linguistik_indonesia/article/view/341
Choiriyah, N., Fajeri, A., & Husna, N. (2017). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Banjar Kota Palangka Raya. Jurnal Hadratul Madaniyah, volume 6(I).
Habibi, R. K., & Kusdarini, E. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Pernikahan Pepadun di Lampung Utara. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 60. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p60-69.2020
Harfiatul, I. (2019). Nilai-Nilai Islam dalam Upacara Adat Pernikahan Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Peradaban Islam, 16.
Mentari, G. (2022). The Spread of “Tradisi Mandi Uap†as a Track Identification of Spices in Indonesia. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 4(1).
Moleong, J. L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslimin, I., Selviana, & Suwarni, L. (2022). Teori Antropologi Kesehatan (Afritayeni, Ed.). Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Nono, F. (2022). Belis: Sebuah Tradisi Perkawinan Suku Dawan (Suatu Studi Komparatif atas Hukum Perkawinan Gereja Katolik). Jurnal Teologi & Pelayanan (Kerusso), vol 7(1). https://doi.org/https://doi.org/10.33856/kerusso.v7i1.182
Putri, D. P., Zuhud, E. A. M., Hermawan, R., & Tumanggor, R. (2017). Potensi dan Strategi Pengembangan Betangas Sebagai Ekowisata Kesehatan di Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91097
Putri, P., Zuhud, M., Hermawan, R., & Tumanggor, R. (2017). Keanekaragaman Tumbuhan untuk Bahan Betangas (The Diversity of Plants for Berangas Materials). Media Konservasi (Scientific Journal In Conservation Of Natural Resources and Environment, vol.22.
Sari, P. (2023). Penggunaan Metode Etnografi dalam Penelitian Sosial. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1).
Rahmawati, Anita dan Herianto, S. (2020) Praktik Sosial Masyarakat Desa Tondowulan Dalam Tradisi Mayangi Di Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang. Jurnal Paradigma 9(2). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/37408
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.