Tari Tradisional Caci Perantau Manggarai di Pontianak

Authors

  • Rosalia Jaya Tanjungpura University
  • Donatianus BSE Praptantya Universitas Tanjungpura
  • Hasanah Hasanah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/balale.v5i2.80853

Keywords:

Caci, Manggarai Community, Traditional Dance

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asal usul Tarian Caci, bentuk asli tarian tradisional Caci, sejarah adanya Tarian Caci di Pontianak, dan perubahan tarian tradisional Caci pada Komunitas Perantau Manggarai di Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori dari Franz Boas tentang perubahan budaya. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah tarian tradisional Caci pada Komunitas Perantau Manggarai di Pontianak mengalami perubahan, baik dalam hal fungsinya, prosesi ritual dan pemaknaannya. Perubahan yang terjadi ini disebabkan karena kondisi geografis, sehingga fungsi tarian ini sebagai upacara adat dari ritual tolak bala. Akan tetapi jika dilihat dari bentuk gerakan atau personilnya masih sama seperti di Manggarai. Tarian ini juga sebagai sarana untuk menunjukkan jati diri orang Manggarai di samping fungsinya sebagai sarana upacara tolak bala, dan sebagai sarana hiburan. Makna Tarian Caci bukan hanya sebagai acara hiburan semata, tetapi melalui Tarian Caci ini sebagai bentuk rasa syukur Komunitas Manggarai di Pontianak atas keberhasilan yang mereka dapat di tanah rantau. Selain itu, dengan adanya pementasan Caci di Pontianak dapat menyatukan seluruh orang Manggarai di Kalimantan Barat.

Author Biographies

Rosalia Jaya, Tanjungpura University

Antropolodi Sosial, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Donatianus BSE Praptantya, Universitas Tanjungpura

Antropolodi Sosial, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Hasanah Hasanah, Universitas Tanjungpura

Antropolodi Sosial, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: JurnalPendidikan,6(1),974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

Antonius, D. (2021). Pesan Komunikasi Di Balik Seni Tari Caci Manggarai Raya, Provinsi Ntt (Studi Kasus Permainan Caci Ikatan Keluarga Satar Mese dan Lamba Leda. Verba Vitae Unwira, 2,33– 62.

Demang, W. H. (2019). Eksistensi Tarian Tradisional Lego-Lego Sebagai Alat Pemersatu Masyarakat Suku Kabola Di Desa Kopidil Kecamatan Kabola Kabupaten Alor Provensi Nusa Tenggara Timur. Undergraduate Thesis, Universitas Muhammadiyah Mataram.

Endraswara, S. 2017. Metode Penelitian Etnografi Budaya; Konsep, Ragam, Dan Implementasi. Yogyakarta: UNY Press

Husna. (2018). Tarian Tradisional Caci Pada Masyarakat Flores Di Desa Bangka Kuleng Kecamatan Pocoranaka Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. http://eprints.unm.ac.id/10888/1/jurnal Husna 1364040007.pdf

Jampi, H., & Nawir, M. (2019). Nilai Kesenian Budaya Tarian Caci Pada Masyarakat Manggarai Kabupaten Manggarai Timur. Equlibrium: Jurnal Pendidikan Sosiologi VII, 235–241.https://journal.unismuh.ac.id/index.php/equilibrium/index

Kapra Ade Hendri Yusta. (2023). Keunikan Ragam Bahasa Tarian Caci Manggarai. Simpati, 1(1), 09–20. https://doi.org/10.59024/simpati.v1i1.59

Nadialista Kurniawan, R. A. (2021). Metode Pengumpulan Data Daninstrumen Penelitian. Industry and Higher Education, 3(1), 1689–1699 http://journal.unilak.ac.id/index.php/JIEB/article/view/3845%0Ahttp://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/1288

Surya, E. (2009) Makna simbolik dan fungsi Tarian Caci Di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Skripsi thesis, Sanata Dharma University.

Sumiati, S., & Girsang, L. R. (2018). Konstruksi Pesan Tari ‘Kecak’ Pada Masyarakat Badung, Bali. Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 4(01), 064. https://doi.org/10.30813/bricolage.v4i01.1653

Sunarti, F. (2023). Ritual Penti di Tanah Diaspora: Komunitas Manggarai di Kalimantan Barat. Retorik, 11(1), 23–37.

Sawaludin, S., & Salahudin, M. (2018). Nilai-Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Tari Caci Di Masyarakat Manggarai Desa Golo Ndoal Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2), 59. https://doi.org/10.31764/civicus.v4i2.341

Syahrial. (2013). Guna dan Fungsi Tari Piring. Greget, 12(2), 128–142. http://journal.isi padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/article/view/70/59

Wilfridus Parli, Syarifudin Darajad, A. S. K. (2019). Makna Compang Dalam Perspektif Masyarakat Suku Watu Baru Di Desa Watu Baru Kecamatan Macang Pacar Kabupaten Manggarai Barat. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/sosioreligius.v4i2.13368

Xafrido, S. Y. (2023). Pakaian dan Atribut Tari Caci di Ronggakoe, Manggarai Timur. Jurnal Seni Nasional Cikini, 9(2), 81–92. https://doi.org/10.52969/jsnc.v9i2.233

Downloads

Published

2024-11-30