Perkembangan Tradisi Dange pada Suku Dayak Kayaan Mendalam Desa Datah Diaan Kecamatan Putussibau Utara Tahun 1980-2022

Authors

  • Sandi Lino S. Tigaang Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura
  • Amrazi Zakso Universitas Tanjungpura
  • Edwin Mirzachaerulsyah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/balale.v6i1.92443

Keywords:

Tradisi Dange, Dayak Kayaan, Inkulturasi

Abstract

Secara umum penelitian ini membahas isu pokok mengenai keberlangsungan dan perubahan dalam Tradisi Dange pada Suku Dayak Kayaan Mendalam di Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara, selama periode 1980"“2022. Tradisi Dange merupakan upacara adat yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai bagaimana tradisi tersebut berkembang di tengah perubahan sosial, budaya, dan agama. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi perubahan pada bentuk prosesi, terutama sejak terjadinya inkulturasi antara ajaran Katolik dan tradisi adat, makna dari Tradisi Dange tetap terjaga hingga sekarang. Inkulturasi tersebut menghasilkan perpaduan yang harmonis tanpa menghilangkan nilai-nilai inti tradisi. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa komunitas lokal memiliki kemampuan adaptif dalam menjaga warisan budaya mereka, sekaligus menunjukkan bahwa tradisi dapat bertahan dan berkembang seiring perubahan zaman, asalkan nilai-nilai dasarnya tetap dipertahankan.

Author Biographies

Amrazi Zakso, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Sejarah

Edwin Mirzachaerulsyah, Universitas Tanjungpura

Pendidikan Sejarah

References

Anton, W. N. (2008). Di pedalaman Borneo: perjalanan dari Pontianak ke Samarinda, 1894. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Atok, K. (2017). Dialektika Budaya Dayak: Inkulturasi Agama Katolik dengan Budaya Dayak Kayaan. An1mage Jurnal.

Efendi, M., Sahrul, M., & Salma, S. (2020). Nilai kearifan lokal tradisi Manugal Dayak Meratus Kalimantan Selatan pada materi geografi bidang lingkungan hidup (Kajian Etnografi). Padaringan: Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 2(2), 260. https://doi.org/10.20527/padaringan.v2i2.2158

Efriani, E., Praptantya, D. B., & Dewantara, J. A. (2020). Dange. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(2), 167–176. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.1076

Elvandari, E. (2020). Sistem pewarisan sebagai upaya pelestarian seni tradisi. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 3(1), 93–104. https://doi.org/10.26740/geter.v3n1.p93-104

Fransesco Agnes Ranubaya, A. P. (2024). Dampak Misi Gereja Katolik terhadap Hilangnya Tradisi Kayau di Kalbar: Analisis Budaya Franz Boas. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) , 247-257.

Herlina, N. (n.d.). Metode sejarah (F. Miftahul, Ed.). Bandung: Satya Historika.

Kholifah, K., Tavita, G. E., & Indrayani, Y. (2020). Etnobotani ritual adat suku Dayak di sekitar hutan di Desa Datah Dian Kabupaten Kapuas Hulu. [Unpublished manuscript].

Mering, M., Anwari, M. S., & Ardian, H. (2019). Etnozoologi untuk ritual adat Dayak Kayaan di Desa Padua Mendalam Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari, 8(2), 379–395. https://doi.org/10.26418/jhl.v8i2.40720

Luluk Ulfa, H. (2021). Tradisi lisan sebagai media pembelajaran nilai sosial dan budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 48–66.

Lung, H., Praptantya, D. B., & Musa, D. T. (2022). Plurilingualisme dalam bahasa suku Kayaan Mendalam Desa Datah Diaan Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Balale’: Jurnal Antropologi, 3(1), 56. https://doi.org/10.26418/balale.v3i1.50566

Ranubaya, F. A., & Endi, Y. (2023). Inkulturasi dan pemaknaan misa Imlek dalam Gereja Katolik (Tinjauan Fenomenologi Armada Riyanto). Jurnal Teologi dan Kebudayaan, 6, 27–40.

Rian. (2019). Misi Katolik di Kalimantan Barat 1905–1961. Surakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS), Program Studi Ilmu Sejarah.

Bahri, S. (2015). Gawai Dayak sebagai sumber sejarah lokal tradisi masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 12(2), 75–81. https://doi.org/10.21831/socia.v12i2.12236

Suparno, Alfikar, G., Santi, D., Yosi, V., & STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. (2018). Mempertahankan eksistensi budaya lokal Nusantara di tengah arus globalisasi melalui pelestarian tradisi Gawai Dayak Sintang. PEKAN: Jurnal Pendidikan, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal, 3(1), 43–56. http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/PEKAN/article/view/144

Tilaar, M. A. W. (2021). Kebudayaan dan tradisi dalam perspektif pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Downloads

Published

2025-05-31

Issue

Section

Articles