Hibriditas Makanan Tradisional Masyarakat Solo sebagai Identitas Pascakolonial
DOI:
https://doi.org/10.26418/balale.v6i1.92915Keywords:
Hybridity, Javanese Food, Postcolonial Identity, Solo GastronomyAbstract
Artikel ini membahas tentang budaya gastronomi tradisional di Indonesia, khususnya di kota Solo, sebagai refleksi dari identitas pascakolonial yang kompleks. Gastronomi di Indonesia tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga sistem pengetahuan yang mencerminkan sejarah dan kearifan lokal. Pengaruh kolonialisme, terutama dari Belanda, telah membentuk cara masyarakat Solo dalam mengolah dan menyajikan makanan, menciptakan hidangan-hidangan yang menunjukkan hibriditas antara tradisi lokal dan pengaruh asing. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, artikel ini ingin mengeksplorasi bagaimana kuliner-kuliner yang ada di Solo berfungsi sebagai alat perlawanan terhadap kolonialisme dan sebagai ekspresi identitas budaya. Hidangan seperti Selat Solo dan Tengkleng mencerminkan adaptasi dan inovasi kuliner yang muncul dari kondisi sosial dan ekonomi yang sulit. Selain itu, artikel ini juga ingin menyoroti pentingnya kuliner sebagai simbol ketahanan budaya dan alat pemberdayaan ekonomi di era pascakolonial. Dengan melestarikan makanan tradisional, masyarakat Solo tidak hanya melestarikan warisan budaya mereka tetapi juga membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.References
Adzkiyak. (2021). Etnografi kuliner: Makanan dan identitas nasional (Cetakan pertama). Sleman: Zahir Publishing
Appadurai, A. (1988). How to make a national cuisine: Cookbooks in contemporary India. Comparative Studies in Society and History.
Bhabha, H. (1994). The location of culture. Routledge.
Cahyono, D. (2023). Wawancara Pribadi. Sejarawan makanan lokal, Solo.
Guiné, R. P. F., & Correia, P. M. (2021). Food and Culture: A Study of the Impact of Food on Society. CRC Press.
Heryanto, A. (2021). Culinary heritage as resistance: The role of traditional foods in Indonesian identity. Journal of Indonesian Studies, 12(1), 45-60.
Holt, M. (2016). Food and identity in postcolonial Indonesia: A culinary history. Asian Studies Review, 40(2), 231-249.
Hidayat, R., Sari, N., & Widiastuti, E. (2022). Culinary heritage and community engagement: The role of traditional markets in Solo. Journal of Cultural Studies, 14(2), 123-135.
Humaedi, Alie & Purwaningsih, Sri & Yogiswara Anuraga, Jalu & Fathi, Rusdyan & Farham, M & Wijaya, Gustaf. (2021). Pemajuan Budaya Kuliner Tradisional Indonesia: Hibriditas dalam Koding. 10.14203/press.361.
Junaidi, M. (2022). Local culinary identity and economic empowerment: The case of sate kere in Solo. Indonesian Journal of Cultural Studies, 10(2), 78-89.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antroplogi. Jakarta: Rineka Cipta.
Mintz, S. (1985). Sweetness and power: The place of sugar in modern history. Penguin.
Oppenheimer, C. (2018). Culinary nationalism in Indonesia: The role of food in nation-building. Food, Culture & Society, 21(2), 183-198.
Pramono, A., & Arifin, M. (2021). Exploring the culinary diversity of Solo: A study on traditional dishes. Indonesian Culinary Journal, 5(1), 45-60.
Prasetyo, B. (2022). Revitalization of traditional culinary arts in Solo: Challenges and opportunities. Journal of Gastronomy and Tourism, 3(1), 78-90.
Rizki, F., Widiastuti, E., & Sari, N. (2020). Promoting traditional cuisine as a cultural heritage: The case of Solo. International Journal of Heritage Studies, 26(3), 201-215.
Rohman, A., Sari, N., & Widiastuti, E. (2021). Traditional food and economic development: A case study of Solo's culinary scene. Journal of Economic and Social Development, 18(2), 112-126.
Santoso, R. (2023). Wawancara Pribadi. Koki dan pemilik restoran, Solo.
Sari, N., & Widiastuti, E. (2023). The impact of globalization on traditional culinary practices in Solo. Journal of Indonesian Food Studies, 4(1), 34-50.
Twitty, M. (2017). The cooking gene: A journey through African American culinary history in the Old South. Amistad.
Widyastuti, E., & Fitria, N. (2021). Social media as a tool for promoting traditional foods: Insights from Solo. Journal of Digital Marketing, 9(2), 67-80.
Wright, D. (2010). The culinary heritage of Indonesia: A historical perspective. Journal of Southeast Asian Studies, 41(1), 23-45.
Van Dijk, C. (1993). Islam, nationalism, and decolonization in Indonesia. Paper presented at ‘Décolonisations comparées, Colloque International’, Institut D'Histoire des Pays D'Outre-Mer, University of Provence, Aix-en-Provence, 30 September – 3 October.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Balale"™:Jurnal Antropologi adalah jurnal peer review dan open access yang menerbitkan artikel pada bidang sosial dan budaya dalam perspektif antropologi. Artikel yang dipublikasi pada jurnal ini bersifat open access dan tersedia secara gratis untuk mendukung perkembangan pengetahuan secara luas.