PERBANDINGAN METODE REVISED DISTRIBUTION DAN IMPROVED ZERO POINT METHOD UNTUK MENGOPTIMALKAN BIAYA PENDISTRIBUSIAN BARANG (Studi kasus: UMKM Kue Bolu Pak Agus di Kabupaten Kayong Utara)

Authors

  • Junaidi Junaidi Universitas Tanjungpura
  • Mariatul Kifitiah
  • Meliana Pasaribu

DOI:

https://doi.org/10.26418/ejmss.v1i1.56940

Abstract

Metode transportasi adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menentukan pengalokasian barang dari suatu sumber ke suatu tujuan tertentu dengan biaya seminimal mungkin. Penelitian ini dilakukan pada UMKM kue bolu Pak Agus di Kabupaten Kayong Utara. UMKM ini memiliki tiga pabrik produksi dan delapan agen. Jarak antara tempat produksi dan agen tersebut memiliki variasi jarak yang berpengaruh terhadap biaya pendistribusian. Apabila rute pendistribusian yang digunakan tidak optimal maka biaya pedistribusian yang dikeluarkan tentu lebih besar. Oleh karena itu diperlukan suatu metode transportasi yang dapat mengoptimalkan rute pendistribusian sekaligus meminimalkan biaya pendistribusian. Metode Revised Distribution (RDI) dan Improved Zero Point Method (IZPM) merupakan metode yang dapat langsung memberikan solusi optimal tanpa harus mencari solusi awal. Kedua metode tersebut dibandingkan dari segi efektifitas dan efisiensi, metode mana yang memberikan solusi paling optimal dengan jumlah iterasi minimum. Langkah awal yang dilakukan adalah menyusun formulasi masalah, kemudian membuat tabel transportasi, setelah itu menentukan solusi optimal dengan menggunakan metode RDI dan IZPM. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dari segi efektifitas kedua metode tersebut mendapatkan solusi optimal yang sama, yaitu sebesar Rp 224.500,00. Namun untuk segi efisiensi, metode RDI membutuhkan delapan kali iterasi dan IZPM membutuhkan tiga kali iterasi. Dengan demikian metode IZPM lebih efisien dalam permasalahan ini

Downloads

Published

2022-12-20

Issue

Section

Articles