Karakteristik penderita infeksi HIV/AIDS di klinik voluntary counseling and testing Lazarus RS St. Antonius Pontianak tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.26418/jc.v5i4A.43017Keywords:
Karakteristik Penderita, HIV/AIDS, Klinik VCTAbstract
Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan jenis retrovirus dari genus lentivirus, yang menginfeksi sel-sel kekebalan tubuh dan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan sekumpulan gejala penyakit yang disebut dengan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV merupakan salah satu penyakit infeksi utama penyebab kematian bagi seluruh dunia yang terus mengalami peningkatan secara signifikan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional.
Variabel penelitian ini adalah karakteristik sosiodemografi dan klinis penderita HIV/AIDS yang terdaftar di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) Lazarus Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak sepanjang tahun 2017. Hasil: Terdapat 29 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik penderita HIV/AIDS ditemukan kelompok usia terbanyak 25-49 tahun (82.76%), jenis kelamin laki-laki (62.07%), tingkat pendidikan sedang (37.93%), orientasi heteroseksual (96.55%), pekerjaan karyawan swasta (31.03%), status menikah (58.62%), asal daerah Kota Pontianak (55.17%), faktor risiko terbanyak heteroseksual (96.55%), infeksi oportunistik terbanyak kandidiasis (55.10%), kadar
sel CD4+ terbanyak pada nilai <200 sel/mm3 (68.97%), stadium II (79.31%), lama terapi ARV selama 6-18 bulan (41.39%), dengan jenis ARV lini 1 (100%), efektoksisitas (-) sebesar 72.41% sedangkan sisanya efek toksisitas ARV terbanyak berupa mual (50%). Kesimpulan. Karakteristik penderita infeksi HIV/AIDS di Klinik VCT Lazarus Rumah Sakit Umum Santo Antonius berdasarkan karakteristik sosiodemografi terbanyak pada usia 25-49 tahun, jenis kelamin terbanyak pada laki-laki, tingkat pendidikan sedang, orientasi heterokseksual, pekerjaan karyawan swasta, berstatus menikah, dan berasal dari Kota Pontianak. Pada karakteristik klinis terbanyak memiliki faktor risiko heteroseksual, infeksi oportunistik kandidiasis, penderita terbanyak dengan kadar sel CD4+ <200 sel/mm3, dengan stadium II, lama terapi ARV selama 6-18 bulan dengan jenis ARV lini 1, lebih banyak penderita tidak mengalami efek toksisitas ARV, dan gejala mual yang lebih sering dialami penderita.
References
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Situasi dan Analisis HIV-AIDS. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
Kasper DL, Hauser SL, Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, & Loscalzo J. Harrison’s Principles
of Internal Medicine. 19th Ed. USA: McGrawHill Education; 2015.
World Health Organization. HIV/AIDS [Internet]. Global: World Health Organization; 2017 [diperbarui 2017; disitasi 16 Juli 2017]. Tersedia di: http://www.who.int/gho/hiv/en/.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Situasi Perkembangan HIV-AIDS & PIMS di Indonesia Oktober-Desember 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.
Kambu Y. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tindakan Pencegahan Penularan HIV Oleh ODHA di Sorong. Tesis. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia; 2012.
Stine GJ. AIDS Update 2012. New York: McGraw-Hill; 2011.
Notoadmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2002.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengobatan Antiretroviral. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
World Health Organization. HIV Related Opportunistic Diseases [Internet]. Global: World Health Organization; 2010 [diperbarui 15 Mei 2017; disitasi 21 Juli 2017]. Tersedia di: http://www.who.int/hiv/pub/amds/opportu_en.
pdf.
Saktina PU & Satriyasa BK. Karakteristik Penderita AIDS dan Infeksi Oportunistik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Juli 2013 Sampai Juni 2014. E-jurnal Medika. Maret 2017; 6(3):1-6. ISSN:23031395.
Jamil KF. Profil Kadar CD4 Terhadap Infeksi Oportunistik Pada Penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired
Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. JKS. Agustus 2014; 14(2):76-80.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Situasi Perkembangan HIV-AIDS & PIMS di Indonesia Januari-Maret 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.
Lubis DZ. Gambaran karakteristik Individu dan Faktor Risiko Terhadap Terjadinya Infeksi Oportunistik Pada Penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Tahun 2011. Skripsi. Jakarta: Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2012.
Susilowati T. Faktor-Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian HIV dan AIDS di Semarang dan Sekitarnya. E-journal Akbid Purworejo. 2012;1-16.
Kana IMP, Nayoan CR, Limbu R. Gambaran Perilaku Pencegahan HIV dan AIDS Pada Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Kota Kupang Tahun 2014. Unnes Journal of Public Health. 2016: 5(3); 252-263.
Siahaan M. Hubungan Karakteristik Individu dengan Perilaku Seksual Risiko Tertular HIV/AIDS Pada Pria Pekerja Perusahaan di Kota Batam Tahun 2003. Tesis. Jakarta: Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Kekhususan Managemen Kesehatan Daerah Program Pascasarjana Universitas Indonesia; 2003.
Aptriani R, Fridayenti, Barus A. Gambaran Jumlah CD4 Pada Pasien HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode Januari-Desember 2013. Jom FK. 2014: 1(2); 1-12.
Yusri A, Muda S, Rasmaliah. Karakteristik Penderita AIDS dan Infeksi Oportunistik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H.Adam Malik Medan Tahun 2012. Jurnal USU. 2013: 2(5).
Putri AJ, Darwin E, Efrida. Pola Infeksi Oportunistik yang Menyebabkan Kematian Pada Penyandang AIDS di RS Dr.M.Djamil Padang Tahun 2010-2012. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015: 4(1); 10-16.
Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, & Syam AF. Editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke-6. Jakarta: Interna Publishing; 2014.
Hermawati S. Studi Penggunaan Antiretroviral Pada Pasien HIV/AIDS. Skripsi. Malang: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang; 2016.
Kalalo JGK, Tjitrosantoso HM, Goenawi LR. Studi Penatalaksanaan Terapi Pada Penderita HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Kota Manado.
Anwar Y, Nugroho SA, Wulandari SD. Profil Efek Samping Antiretrovirus Pada Pasien HIV/AIDS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 2018: 16(1); 49-55.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Cerebellum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Cerebellum is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.