Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol Eleutherine americana Merr. terhadap Microsporum canis secara in vitro

Authors

  • Buana Dewanti Wimpi Universitas Tanjungpura
  • Diana Natalia Universitas Tanjungpura
  • Effiana Effiana Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v5i4A.43235

Keywords:

antijamur, ekstrak etanol umbi Bawang Dayak, Microsporum canis

Abstract

Latar Belakang:  Dermatofitosis adalah suatu kondisi penyakit yang ditandai dengan infeksi pada jaringan berkeratin seperti epidermis, rambut dan kuku. Kondisi ini disebabkan oleh sekelompok jamur berfilamen terkait yang dikenal sebagai dermatofita. Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) merupakan tanaman berumbi merah yang mengandung senyawa bioaktif yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur golongan dermatofita. Metode:  Umbi bawang dayak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan 5 variasi konsentrasi yaitu 60%, 30%, 15%, 7,5% dan 3,75%. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah pelarut Tween 80 sebesar 10%. Hasil:  Ekstrak umbi bawang dayak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa saponin, kuinon, flavonoid, fenol, tanin, alkaloid, steroid dan triterpenoid. Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang dayak dengan metode difusi cakram tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Microsporum canis. Kesimpulan:  Ekstrak etanol umbi bawang dayak tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan Microsporum canis.

References

Jawetz, Melnick, Adelbergs. Medical microbiology. 25th Edition. Unites States of America: The McGraw-Hill Companies; 2013.

Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Departemen Ilmu Kedokteran Kulit dan Kelamin FK UI; 2010.

Bhatia VK, Sharma PC. Epidemiological Studies on Dermatophytosis in Human Patients in Himachal Pradesh, India. Springer Plus a SpingerOpen Journal. 2014; 3:134.

Abbas KA, Mohammed AZ, Mahmoud SI. Superficial fungal infections. Mustansiriya Medical Journal. June 2012; 11(1): 75-76.

Lakshmipathy TD, Kannabiran K. Review on Dermatomycosis: pathogenesis and treatment. Natural Science. 2013; 2(7): 726-731.

Yossela T. Diagnosis and Treatment of Tinea Cruris. Article review J Majority. 2015; 4(2): 122-128.

Hidayati NA, Suyoso S, Hinda D, Sandra E. Mikosis Superfisialis di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo surabaya tahun 2003–2005. Surabaya: Department Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2009; 21(1): 1-8.

Paramata NR, Maidin A, Massi N. The Comparison of Sensitivity Test of Itraconazole Agent The Causes of Dermatophytosis in Glabrous Skin In Makassar. Makassar: Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin. Makassar; 2009.

Agustine R. Perbandingan sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan sediaan langsung KOH 20% dengan sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi pada tinea kruris. [Tesis]. Padang: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas; 2012.

Galingging RY. Potensi plasma nutfah tanaman obat sebagai sumber biofarmaka di Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah: Jurnal Pengkajian dan Pengambangan Teknologi Pertanian. 2007; 10(1): 76-83.

Babula P, Mikelova R, Patesil D, Adam V, Krizek R, Havel L, Sladky Z. Simultaneous Determination of 1,4 Naphthoquinone, Lawsone, Juglone and Plumbing by Liquid Chromatography with UV Detection. Biomed Paper. 2005.

Puspadewi R, Adirestuti P, Menawati R. Khasiat umbi bawang dayak (Eleuhterine palmifolia (L.) Merr.) sebagai herbal antimikroba kulit. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi. 2013; 1(1): 31-37.

Christoper W, Natalia D, Rahmayanti S. Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine americana (Aub.) Merr. Ex. K. Heyne) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara in vitro. [Skripsi]. Pontianak: Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura; 2016.

Gandjar GI, Rohman A. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2007.

Harbone JB. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan Edisi Kedua. Bandung: Institut Teknologi Bandung; 2004.

Hanani E. Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC; 2015.

Marliana SD, Suryanti V dan Suyono. Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis komponen kimia buah labu siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam ekstrak etanol. Biofarm. 2005; 3: 26-3.

Hanani E. Analisis Fitokimia. Jakarta: EGC. 2015.

Madhavi D, Singhal R, Kulkarni P. Technological Aspect of Food Antioxidants dalam D.L. Madhavi, S.S, Deshpande dan D.K. Salunkhe: Food Antioxidant, Technological, Toxilogical and Health Perspective. Hongkong: Marcel Dekker Inc. 1985.

White P, Xing Y. Antioxidants from Cereals and Legumens dalam Foreidoon Shahidi: Natural Antioxidants, Chemistry, Health Effect And Applications. Illionis: AOCS Press, Champign; 1954.

Pangesti RR, Indrawati A. Uji daya hambat virgin coconut oil (VCO) terhadap pertumbuhan kapang Microsporum canis secara in vitro. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor; 2014.

Downloads

Published

2019-11-01

Issue

Section

Articles