Hubungan antara perempuan perokok pasif dan kejadian stroke di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang
DOI:
https://doi.org/10.26418/jc.v5i4A.43261Keywords:
perempuan perokok pasif, strokeAbstract
Latar Belakang: Stroke atau penyakit serebrovaskuler mengacu kepada setiap gangguan neurologik mendadak akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Salah satu faktor resiko stroke yaitu rokok. Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan diisap dan/ atau dihirup asapnya. Asap Rokok menimbulkan polusi terhadap perokok pasif dan lingkungan sekitarnya. Berbagai penelitian membuktikan perokok pasif mempunyai risiko yang lebih besar dari perokok aktif untuk terkena penyakit jantung koroner, stroke, emphysema, kanker paru, yang semuanya itu merupakan sebab utama kematian. Kebanyakan perokok pasif merupakan perempuan dan anak. Dengan demikian perokok pasif merupakan masalah perempuan dan anak karena dampak negatif dari asap rokok terhadap kesehatan mereka. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini melibatkan 38 pasien wanita yang terpapar asap rokok dan dilakukan pencocokan dalam hal umur serta pekerjaan. Hasil: uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara perempuan perokok pasif dan kejadian stroke di RSUD Abdul Aziz Singkawang (p=0,036). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perempuan perokok pasif dan kejadian stroke di RSUD Abdul Aziz Singkawang.References
Price SA, Wilson LM. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit, edisi ke-6. Jakarta: EGC. 2012.
American Heart Association (AHA). Heart Disease and Stroke Statistics (serial Online). 2015. (di unduh 18 mei 2017). Tersedia pada https://www.heart.org/idc/groups/ahamah_public/@wcm/@sop/@smd/documents/downloadable/ucm_470707.pdf
WHO report on the tobacco and stroke. Who. Geneva. 2016. (di unduh 18 mei 2017). Tersedia pada https://www.heart.org/idc/groups/ahamahpublic/@wcm/@sop/@smd/documents/downloadable/ucm_470707.pdf
Yastroki, Indonesia tempati urutan pertama didunia dalam jumlah terbanyak penderita stroke 2009. Diakses tanggal 18 mei 2017 dari: http://www.yastroki.or.id/read.php?id=341
Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian
Kesehatan RI. 2013. Tersedia pada http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
Reinanda, Hardy,. Hubungan Nilai AnkleBrachial Index dengan Stroke Iskemik di RSUD Dokter Sudarso Pontianak Tahun 2013.
(skripsi). Pontianak. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. 2013.
Gapar., Hubungan Peningkatan Angka Leukosit Pada Pasien Stroke Hemoragik Fase Akut Dengan Mortalitas di RSUD Abdul Azis
Singkawang. (skripsi). Pontianak. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. 2015.
Mukono, H.J. Toksikologi Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press. 2005.
Pudjiastuti, dkk. Kualitas Udara dalam Ruang. Jakarta: Dirjen PT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998
Bustan, M.N. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2000.
Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta : Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementrian
Kesehatan RI. 2007. http://terbitan.litbang.depkes.go.id/penerbitan/index.php/lpb/catalog/download/63/92/245-1
Caplan LR, Chung C-S. Neurovascular Disorders In: Goetz CG eds.Textbook Of Clinical Neurology. 2nd ed. Chicago:
Saunders;2011
Wahyuliati, T, Hubungan antara Prevalensi Stroke Akut pada Wanita Perokok Pasif dari Anggota Keluarga dan Lingkungan, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2009
Noor, Nur Nasry. Epidemologi. Rineka Cipta. Jakarta. 2008
Suiraoka. Penyakit degenerative. Nuha Medika. Yogyakarta. 2012
Hearth And Stroke Foundation. 2010. A Perfect Strom Of Heart Disease Looming On Our Horison. 4 Desember 2011. Tersedia
pada : http://www.heartandstroke.ca/stroke/risk-andprevention
Hartono. Stres dan stroke. Kanisius. Yogyakarta. 2007.
Susanna D. Penentuan Kadar Nikotin Dalam Asap Rokok. Jakarta : Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Cerebellum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Cerebellum is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.