Penentuan profil kromatografi lapis tipis teh daun senggani (Melastoma malabathricum L.)

Authors

  • Muhammad Taufiq Hidayah Unkiversitas Tanjungpura
  • Pratiwi Apridamayanti Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
  • Rafika Sari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v6i1.43343

Keywords:

tehl, daun senggani, KLT, flavonoid, fenol

Abstract

Latar belakang: Teh daun senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan produk minuman yang dibuat dengan cara diseduh dan dibiarkan selama 15 menit, lalu diaduk sampai larut. Daun senggani menghasilkan zat yang meliputi mineral, vitamin serta asam organik yaitu asam asetat yang berfungsi sebagai tameng dari serangan bakteri patogen. Daun senggani memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kandungan metabolit sekunder teh daun senggani menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan perbandingan eluen air : asam asetat : butanol (A:A:B) sebagai eluen. Metode: KLT menggunakan bercak yang diperiksa di bawah sinar UV pada panjang gelombang 245 nm dan 366 nm lalu diamati secara visual kemudian bercak disemprot menggunakan pereaksi AlCl3 dan FeCl3. Hasil: Penelitian teh daun senggani diperoleh bercak senyawa flavonoid berwarna kuning dan bercak senyawa fenol berwarna hitam. Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan dengan metode KLT menunjukkan bawa teh daun senggani mengandung senyawa flavonoid dan fenol.

References

Wistiana, D Zubaidah E. Karakteristik kimiawi dan mikrobiologis kombucha dari berbagai daun tinggi fenol selama fermentasi. J Pangan dan Agro Ind. 2015;3(4):1446–57.

Dalimartha S. Atlas tumbuhan obat Indonesia jilid 2. Jakarta: Trubus Agriwidya; 2007.

Sulistyo AS TM. Pengembangan teknologi produksi gaharu berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam; 2010.

Joffry, SM, Yon, NJ, Rofiee, MS, Meor, Mohd. MMD, Affandi, Suhaili Z et al. Melastoma malabathricum (L.)

Smith ethnomedicinal uses, chemical constituents, and pharmacological properties: a review. Evidence-Based Complement Altern Med. 2012;2011:1-49.

Sari, NM, Kuspradini, H, Amirta, R, Kusuma I. Antioxidant activity of an invasive plant, Melastoma malabathricum and its potential as herbal tea product. Series: Ea. Iop Publishing; 2018. 1-7 p.

Naland H. Kombucha teh dengan seribu khasiat. Jakarta: Agro Media Pustaka; 2008.

Harmita. Analisis fitokimia: kromatografi. Jakarta: Penerbit EGC; 2014. 190 p.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2000.

Ratnani, RD, Hartati, I, Anas, Y, Endah, PD, Khilyati D. standarisasi spesifik dan non spesifik ekstraksi hidrotropi andrographolid dari sambiloto (Andrographis paniculata). Semin Nas Peluang Herb Sebagai Altern Med. 2015;147–55.

Rheda A. Flavonoid : Struktur, sifat antioksidan dan perannya dalam sintesis biologi. J belian. 2010;9(2):196–202.

Koirewoa, YA, Fatmawati, Wiyono I. Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dalam daun beluntas (Pluchea Indica L.). Manado: FMIPA UNSRAT.

Ahmad, AR, Juwita, Ratulangi, SAD, Malik A. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol buah dan daun patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.SM). Pharm Sci Res. 2015;2(1):1–10.

Downloads

Published

2020-02-01

Issue

Section

Articles