Kejadian interaksi obat pada pasien HIV/AIDS yang menerima antiretroviral di RSUD Dr. Soedarso Pontianak periode 2018
DOI:
https://doi.org/10.26418/jc.v6i1.43345Keywords:
antiretroviral, HIV/AIDS, interaksi obatAbstract
Latar belakang: Infeksi virus HIV mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh yang terus menerus. Penurunan tersebut menyebabkan penderita mudah terserang infeksi oportunistik dan komplikasinya. Penggunaan ARV dan non-ARV secara bersamaan pada pasien HIV/AIDS memungkinkan terjadinya interaksi obat yang bisa memberikan efek berupa perubahan kadar masing-masing obat atau zat dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase terjadinya interaksi pada penggunaan obat ARV dan non-ARV berdasarkan tingkat keparahan dan mekanismenya. Metode: Rancangan penelitian berupa studi potong lintang yang bersifat deskriptif dan dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis 45 pasien HIV/AIDS rawat inap di RSUD Dr. Soedarso Pontianak periode tahun 2018. Data dianalisis menggunakan website Drugs.com. Hasil: Terjadi sebanyak 110 interaksi (69,35%) dari 7 jenis ARV dan 55 jenis non-ARV yang digunakan. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi bersifat mayor sebesar 15,45%, moderat 60%, dan minor 24,55%. Berdasarkan mekanismenya, interaksi yang terjadi melalui mekanisme farmakokinetik sebesar 90,91%, melalui mekanisme farmakodinamik sebesar 1,82%, dan 7,27% interaksi tidak diketahui mekanismenya. Kesimpulan: Interaksi yang terjadi pada penggunaan obat ARV dan non-ARV sebagian besar memiliki tingkat keparahan moderat dan melalui mekanisme farmakokinetik.
References
Septiansyah E, Fitriangga A, Irsan A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien HIV/AIDS dalam menjalani terapi antiretroviral di Care Support Tratment Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak. J Cerebellum. 2018;4:956-70.
Wahyuningsih S. Implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan Human Immunodeficiecy/Aquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kota Surakarta. J pasca Sarj Huk UNS. 2017;5(2):178-89.
Ditjen PP dan PL. Laporan situasi perkembangan HIV/AIDS dan PIMS di Indonesia tahun 2018. Jakarta:Kementerian Kesehatan RI; 2018.
Ditjen PP dan PL. laporan situasi perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.
Widiyanti M, sandy S, Fitriana E. Dampak perpaduan obat ARV pada pasien HIV/AIDS ditinjau dari kenaikan jumlah limfosit CD4+ di RSUD Dok II Kota Jayapura. J Plasma. 2016;1(2):53-8.
Ditjen PP dan PL. Pedoman nasional tatalaksana klinis infeksi HIV dan terapi antiretroviral pada orang dewasa. Jakarta: Kemenkes RI; 2011.
Corrie K, Hardman JG. Mechanisms of drug interactions: pharmacodynamics and pharmacokinetics. Anaesth Intensive Care Med. 2017;18(7):331-4.
Herdaningsih S, Muhtadi A, Lestari K, Annisa N. potensi interaksi obat-obat pada resep polifarmasi: studi retrospektif pada salah satu apotek di kota Bandung. Indones J Clin Pharm. 2016; 5(4): 288-92.
Rikomah. Farmasi klinik. Yogyakarta: Deepublish; 2016.
Yuliandra Y, Nosa US, Raveinal R, Almasdy D.
Terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS di RSUP. Dr. M. Djamil Padang: kajian sosiodemografi dan evaluasi obat. J Sains Farm Klin. 2017;4(1):1.
Anwar Y, Nugroho SA, Wulandari SD. Profil efek samping antiretrovirus pada pasien HIV/AIDS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. J Ilmu Kefarmasian Indones. 2018; 16(1): 52-3.
Anggriani Y, Rianti A, Pontoan J, Juwita Y. Analisis Efektivitas terapi antiretroviral pada pasien HIV/AIDS rawat jalan di RSUP Fatmawati Jakarta tahun 2016. J Ilm Ibnu Sina. 2019; 4(1): 13.
Anggraeni P. Pola penggunaan ceftriaxone pada pasien HIV & AIDS di UPIPI RSUD DR. Soetomo Surabaya [Skripsi]. Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya; 2017.
Drugs.com. Interactions checker; c 2000-2020 [Updated: 2020, dicitasi 10 Januari 2020].Tersedia dari: https://www.drugs.com/drug_interactions.html
Kadri H. Tinjauan pustaka hemoprotein dalam tubuh manusia. J Kesehat Andalas. 2012;1(1):22-30.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Cerebellum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Cerebellum is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.