Hubungan kadar HbA1c terhadap laju filtrasi glomerulus dan proteinuria pada penderita diabetes melitus tipe 2

Authors

  • Fahmi Majid
  • Willy Brodus Uwan
  • Mistika Zakiah

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v6i1.43346

Keywords:

diabetes melitus, HbA1c, LFG, proteinuria, fungsi ginjal

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik berupa hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Salah satu cara mengetahui kontrol glukosa darah adalah HbA1c, semakin tinggi kadarnya maka risiko komplikasi juga meningkat pada pasien diabetes melitus tipe 2. Nefropati diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes melitus yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) dan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kadar HbA1c dan fungsi ginjal berdaasarkan LFG dan proteinuria pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Subjek adalah 51 penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Umum St. Antonius Pontianak yang dipilih dengan cara consecutive sampling. Data diperoleh melalui anamnesis, data laboratorium dan data rekam medik pasien. Hasil: Uji statistik korelatif koefisien kontingensi menunjukkan hubungan antara HbA1c dan LFG dengan nilai p= 0.431 dan r= 0,226 dan hubungan antara HbA1c dan proteinuria dengan nilai p= 0.450 dan r= 0.222. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dan fungsi ginjal berdasarkan LFG dan proteinuria pada penderita diabetes melitus tipe 2.

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit tidak menular. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2012.

Soegondo S, Soewondo P, Subekti I, editors. Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu. 2nd ed. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2011. h. 3-29.

International Diabetes Federation. IDF Diabetes atlas. 7th Edition. Dunia: International Diabetes Federation; 2015.

David L, Cecillia L, Simon C, Laurence K. Diabetes: clinican's desk reference. London: Manson Publishing Ltd; 2012.

Dan L, Eugene B, Stephen L, Jameson J. Harrison: Principles of internal medicine. New York: McGraw-Hill; 2015.

Nandhita, Arun, et al. Diabetes in asia pasific: Implcation for the Global Epidemic. Diabetes Care; 2016.

Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2013.

Purnamasari ,E, Poerwantoro, B. Laporan kasus: diabetes mellitus dengan penyulit kronis. Majalah Kesehatan PharmaMedika. 2011;3(2):276-81.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014. Panduan praktek klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.

Snell, Richard S. Anatomi klinis berdasarkan sistem. Jakarta: EGC; 2011.

Sajan MP, Farese RV. Insulin signaling in hepatocytes of humans with type 2 diabetes: excessive production and activity of protein kinase c-iota (pkc-iota) and dependent processes and reversal pkc-iota inhibitors. Diabetologia. 2012;55(5):1446-57.

Sopiyudin, M. Dahlan. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan, Edisi 6 deskriptif, bivariat, dan multivariat, dilengkapi dengan aplikasi dengan menggunakan SPSS. Jakarta: Salemba Medika; 2013.

Gahung R, Pandelaki K, Moeis ES. Hubungan kadar HbA1c dengan estimasi filtrasi glomerulus pada pasien DM Tipe 2. Jurnal e-CliniC (eCl). 2016;4(1).

American Diabetes Association. Classification and Diagnosis of Diabetes. Diabetes Care; 2015. h. 8–16.

Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology. 12th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2013. h. 626-39.

Downloads

Published

2020-11-25

Issue

Section

Articles