Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada pekerja PT.X

Authors

  • Muhammad Yunus
  • Widi Raharjo
  • Agus Fitriangga

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v6i1.43349

Keywords:

ISPA, pekerja, APD

Abstract

Latar belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, dimulai dari hidung sampai ke alveoli, dapat menular, dan juga dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit berkisar dari tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit parah dan mematikan, tergantung patogen penyebab, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Infeksi saluran pernapasan akut dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan polusi udara yang menjadi sumber infeksi pada bagian saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut di PT. X. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 43 orang. Hasil: Determinan kejadian ISPA adalah usia (p=0,001), jenis kelamin (p=1,000), pengetahuan (p=0,004), pendidikan (p=0,023), masa kerja (p=0,745), fasilitas kesehatan (p=0,535), penggunaan APD (p=0,032), peran petugas kesehatan (p=0,116), peran petugas K3 (p=1,000). Analisis multivariat menghasilkan determinan usia (p=0,002), dan pengetahuan (p=0,028). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, pengetahuan, pendidikan, dan penggunaan APD dengan kejadian ISPA pada pekerja PT. X. Variabel yang paling berpengaruh adalah usia, dan pengetahuan.

References

WHO (World Health Organization). Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jenewa: WHO; 2007.

Habeahan EM. Hubungan Peran Orang Tua dalam Pencegahan Infeksi Saluran pernapasan Akut (ARI) dengan Kekambuhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Martubung [skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2009.

Badan Litbangkes. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2007.

Anizar. Teknik Keselamatan dan Kesehatan di Industri. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu; 2009.

ILO (Internatonal Labour Organization). Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sarana Untuk Produktivitas. Jakarta: International Labour Office; 2013.

Sormin, Kety R. Hubungan Karakteristik dan Perilaku Pekerja yang Terpajan Debu Kapas dengan Kejadian ARI di PT. Unitex Tahun 2011 [skripsi]. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2012.

Rosenberg C, Liukkonen T, Kallas-Tarpila T, Ruonakangas A, Ranta R, Nurminen M, et, al. Monoterpene and wood dust exposures: Workrelated symptoms among Finnish sawmill worker. Am J Ind Med 2002;41:(38–53).

Sri Maywati, Siti N. Dampak Aktivitas Home Industri Mebel Terhadap Kesehatan Balita di Sekitar Industri Mebel Sektor Informal Kel. Kahuripan Kec. Tawang Kota Tasikmalaya [skripsi]. Tasikmalaya: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi; 2014.

Schlunssen V, Schaumburg I, Andersen NT, Sigsgaard T, Pedersen, OF. Nasal patency is related to dust exposure in woodworkers. Occup Environ Med; 2002;9:23–9.8.

Bohadana AB, Massin N, Wild P, Toamain JP, Engel S, Goutet, P. Symptoms, airway responsiveness, and exposure to dust in beech and oak wood workers. Occup Env Med 2000;57:268–73.

Triatmo Wenang Triatmo, M. Sakundarno Adi, Yusniar, Hanani, D. Paparan Debu Kayu dan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Mebel (Studi di PT. Alis Jaya Ciptatama). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia; 2006;5(2):69–76.

Meo S A. Effect of duration of exposure to wood dust on peak expiratory flow rate among workers in small scale wood industries [PubMed]. Int J Occup Med Env Health; 2004;17(4) (451–55).

Khumaidah. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Mebel Pt Kota Jati Furnindo Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara [skripsi]. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2009.

Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan Cetakan 2. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2007.

Green L W. Health Education Planning: a diagnostic approach. (1st edition). 1st ed. California: Mayfield Publishing Company; 1980.

Sebates, Ricardo, &, Leon, Feinstein. Education, Training, and the Take-Up of Preventative Health Care. Centre of Research of Wilder Benefit of Learning; 2004.

Ibnu Sri Fuqoha. Hubungan Paparan Debu Kayu Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) Pada Pekerja Mebel di PT.X Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Undip; 2017;5(1).

Prasetyo Rawar D. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Vital Paru pada Pekerja Bengkel Las di Pisangan, Ciputat Tahun 2010 [skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2010.

Hidayat N. Faktor - Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit ARI Pada Balita di Kelurahan Paienan Tigo Kecamatan Koto Tengah Kota Padang [skripsi]; 2014.

Raina Ulva Amira. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir [skripsi]. Fakultas Kedokteran: Untan; 2017.

Azwar S. Sikap Manusia dan Pengukurannya. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2007.

Wardhani, Eka D. Hubungan Faktor Lingkungan, Sosial-Ekonomi, dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) pada Balita di Kelurahan Cicadas Kota Bandung. Bandung: Seminar Nasional Sains dan Teknologi. E-Book; 2010.

Kusnanto. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Tindakan Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) Di Desa Tataaran 1 Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Manado: Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado: Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik; 2016;4(1).

Billy Harnaldo Putra. Kajian Hubungan Masa Kerja, Pengetahuan, Kebiasaan Merokok, Dan Penggunaan Masker Dengan Gejala Penyakit ARI Pada Pekerja Pabrik Batu Bata Manggis Gantiang Bukittinggi. Bukittinggi Human Care Jurnal; 2017;2(2):48–54.

Julianty Pradono. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang Kesehatan Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat Dengan Status Kesehatan Studi Korelasi pada Penduduk Umur 10–24 Tahun di Jakarta Pusat. Jakarta Buletin Penelitian Sistem Kesehatan; 2014;17:89–95.

Habibi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI) pada Anak Berumur 12-59 Bulan di Puskesmas Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Tahun 2013. J Epidemiologi Kesehatan Indonesia Universtiras Indonesia 2016;1:1.

RE, Hyatt, Scanlon, M Nakamura. Static (absolute) lung volume, In Interpretation of Pulmonary Function Tes-A Practical Guide. 2nd ed. Philadelphia; 2006.

Suma’mur. Hiegiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: CV Agung Seto; 2009.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal PPM & PLP. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ARI). Jakarta; 1992.

Kurniawidjaja LM. Program Perlindungan Kesehatan Respirasi Di Tempat Kerja Manajemen Risiko Penyakit Paru Akibat Kerja. Jurnal Respirologi Indonesia; 2010;30(4):217–29.

Nova D. Analisis Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Puskesmas Oleh Masyarakat Di Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen [skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2013.

Anhar. Studi Komparatif Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Masyarakat Pedesaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Poleang Barat Dengan Masyarakat Perkotaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Tahun 2015 [skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo; 2016.

Amin Muhammad. Pengaruh Polusi Udara Terhadap Fungsi Paru. Surabaya: Bagian Pulmonologi: Fakultas Kedokteran Unair, RS Dr Sutomo; 1985;14:6–14.

Sihombing T D. Hubungan Kadar Debu Dengan Fungsi Paru Pada Pekerja Proses Press-Packing di Usaha Penampungan Butut Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Medan Tahun 2013 [skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2013.

Budiono. AM Sugeng dkk. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan. Semarang: Badan Penerbit UNDIP; 2002.

Yanto 2012 didalam Berta Afriani. Peran Petugas Kesehatan dan Ketersediaan Sarana Air Bersih dengan Kejadian Diare [skripsi]. Baturaja Aisyah Jurnal Ilmu Kesehatan; 2017;2(2):117–22.

Berta Afriani. Peran Petugas Kesehatan dan Ketersediaan Sarana Air Bersih dengan Kejadian Diare. Baturaja Aisyah Jurnal Ilmu Kesehatan; 2017;2(2):117-22.

David OS, Jonathan L. Freedman L. Anne P alih bahasa Michael A, Savitri S. Psikologi Sosial. 5th ed. Jakarta: Erlangga; 1994.

Wahid Kurniawan. Hubungan Faktor Karakteristik Pekerja, Safety Morning Talk (SMT) dan Housekeeping Dengan Kejadian Minor Injury Pada Pekerja di Proyek Pembangunan Gedung Kantor PT. X Jakarta [skripsi]. Jurnal Kesehatan Masyarakat Undip; 2017;5(3).

Sutrisno dan Kusmawan Ruswandi. Prosedur Keamanan, Keselamatan, & Kesehatan Kerja. Sukabumi: Yudhistira; 2007.

Qomariyatus S. Analisis Sif Kerja Masa Kerja dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara pada PT. X Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat; 2014.

Yunus F. Dampak Debu Industri Pada Pekerja, FKUI Bagian Pulmonologi FKUI, Unit Paru RSUP Persahabatan. Jakarta: Cermin Dunia Kedokteran; 2006.

Lewin K. A Dynamic Theory of Personality. Selected Papers. New York: Mc- Graw Hill; 1970.

Dwi Yani Bidaya. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku Pencegahan ARI Pada Bayi di Puskesmas Kecamatan Segedong [skripsi]. Segedong: Kalimantan Barat; 2012.

Downloads

Published

2020-11-25

Issue

Section

Articles