Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun Pala (Myristica fragrans Houtt.) terhadap Malassezia furfur secara In Vitro

Authors

  • Qurratul Aini Universitas Tanjungpura
  • Muhamad Agus Wibowo Universitas Tanjungpura
  • Mahyarudin Mahyarudin Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v5i4B.44819

Keywords:

Antijamur, minyak atsiri daun pala, Malassezia furfur

Abstract

Latar Belakang. Pityriasis versicolor atau panu merupakan infeksi jamur superfisial pada kulit yangdisebabkan oleh Malassezia furfur. Minyak atsiri daun pala diketahui mengandung senyawa metabolit  sekunder yang berpotensi sebagai antijamur. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimental murni  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram  Kirby-Bauer dengan variasi konsentrasi 10%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Kontrol positif yang digunakan  adalah ketokonazol 30 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah Tween 20. Analisis data  menggunakan uji statistic One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Least Significant Different  (LSD). Hasil. Hasil uji aktivitas antijamur minyak atsiri daun pala pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% membentuk zona hambat dengan rata-rata diameter sebesar 8,875mm, 9,625mm, 10mm, dan 15mm. Uji  statistik menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05) yang mengindikasikan terdapat perbedaan bermakna antar  kelompok perlakuan. Kesimpulan. Minyak atsiri daun pala memiliki aktivitas antijamur terhadap Malassezia furfur.

References

Partogi D. Pityriasis versikolor dan Diagnosis Bandingnya. Medan: Universitas Sumatera Utera; 2008.

Budimulja U. Mikosis. Di dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, ed. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi ke 4. Jakarta: Balai Penerbit FK UI; 2005. p. 99-100.

Siregar RS. Penyakit Jamur Kulit. Edisi ke 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005. p. 8-11.

Hidayati AN, Suyoso S, Hinda D, Sandra E. Mikosis Superfisialis di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Penyakit Kulit dan

Kelamin RSUD Dr. Sutomo Surabaya tahun 2003-2005. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin; 2009. p.1-8.

Saunders, Charles W, Anika S, Joseph H. Malassezia Fungi Are Specialized to Live on Skin and Associated with Dandruff, Eczema, and Other Skin Diseases; 2012. Tersedia di www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/pmc3380954/pdf/ppat. (Diakses pada 24 Desember 2016)

Sutanto, Pudji KS, Saleha S. Parasitologi Kedokteran ed IV. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2008.

Barros MEDS, Santos DDA, dan Hamdan JS. Evaluation of susceptibility of Trichophyton mentagrophytes and

Trichophyton rubrum clinical isolates to antifungal drugs using a modified CLSI microdilution method (M38-A).

JMM.2007;56:514–18.

Rang HP, Dale MM, Ritter JM, Moore PK. Pharmacology. 7th ed. London: Churchill Livingstone; 2011.

Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Daftar Obat Esensial Nasional. Jakarta, Indonesia: Departemen Kesehatan; 2005.

Putra D.P. and Verawati, V,. Analisa Kandungan Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan dari Rempah Tumbuhan Obat

Sumatera Barat. Scientia-Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 1(1);2015. pp.1-7.

Hadad H.M. Perbaikan Budidaya dan Mutu Hasil Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt.). Bogor: Balai Penelitian Rempah dan Obat; 2006

Rastuti U., Widyaningsih S., Kartika D., Ningsih D.R.. Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala dari banyumas terhadap Staphylococus aureus dan E.Coli serta identifikasi senyawa penyusunnya. Jurnal Kimia; 2013. 7(1): 197-203.

Zacharia TJ, Leela NK, Maya KM, Rema J, Mathew PA, Vipin TM, Krisnamoorthy B. Chemical composition of leaf oils of

Myristica beddmeii (King.), Myristica fragrans (Houtt.), and Myristica malabarica (Lamk.). Journal of Spices and Aromatic Crops; 2008. 17(1): 10-15.

Asgarpanah J, Kazemiyas N. Phytochemistry and pharmacologic properties of Myristica fragrans Houtt: A

review. Africa Journal of Biotechnology Islamic Azad University, Tehran; 2012. 11(65):12787– 12793.

Kanazawa A, Ikeda T, dan Endo TA. Approach to ode of action of cationic biocides morphological effect on

antibacterial activity. J Appl Bacterial. 1995; 78(1): 55-60.

Pelczar MJ dan Chan ECS. Dasar-dasar Mikrobiologi. Hadioetomo RS (alih bahasa). Jakarta: UI Press;2005.

Puspa Olyvia Eka, dkk. Uji Fitokimia dan Toksisitas Minyak Atsiri Daun Pala (Myristica fragrans Houtt.) dari Pulau

Lemukutan. [Skripsi]. Pontianak : Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura; 2016

Watson RR, Preesdy VR. Botanical medicine In clinical practice. Cambridge: Cromwell Press; 2007.

Cowan MM. Plant products a antimicrobial agent. Clin Microbiol Rev. 2002; 12:564-82.

Lamdasari Chatarina Tyas. Aktivitas antifungi minyak atsiri dan ekstrak Metanol daun pala (Myristica fragrans houtt.)

Terhadap Rhizoctonia sp. [Skripsi]. Bogor : Fakultas Kehutanan IPB; 2016

Sipahelut Sophia Grace. Identifikasi senyawa antijamur dari minyak daging buah pala dan Aktivitasnya terhadap fusarium

moniliforme. Ambon: Jurnal Agroforestri X Nomor 2. 2015.

Kausar Akmal., Uji Aktivitas Antifungal Minyak Atsiri Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap jamur Candida

albicans secara in vitro. [Skripsi]. Aceh : Fakultas Kedokteran UNSYIAH; 2013

Dewi Dian Puspita., Pemisahan Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Secara Kromatografi Lapis Tipis dan

Aktivitasnya Terhadap Malassezia furfur In Vitro. [Skripsi]. Semarang : FK UNDIP; 2008

Dian Monica., Pemisahan Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum) Secara Kromatografi Lapis Tipis dan

Aktivitas Antijamurnya Terhadap Malassezia furfur In Vitro. [Skripsi]. Semarang : FK UNDIP; 2008

Downloads

Published

2021-02-07

Issue

Section

Articles