Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Sukun (Artocarpus altilis F.) sebagai Larvasida Aedes aegypti

Authors

  • Jefry Alfarizy Universitas Tanjungpura
  • Muhammad I Ilmiawan Universitas Tanjungpura
  • Andriani Andriani Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v5i4B.44820

Keywords:

larvasida, daun sukun, Aedes aegypti

Abstract

Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan  oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. Penggunaan larvasida sintetik jangka panjang telah banyak menimbulkan resistensi. Daun sukun (Artocarpus altilis F.)  memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang  berpotensi sebagai biolarvasida. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental
dengan post test only control group design. Digunakan 725 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV,  yang terdiri dari 125 ekor uji pendahuluan dan 600 ekor uji aktivitas larvasida. Uji aktivitas  larvasida dibagi dalam 6 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif (temefos), kontrol  negatif (akuades), serta 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak metanol daun sukun  1,5%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Dilakukan 4 kali replikasi. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam  pasca perlakuan. Hasil. Persentase kematian larva yang dihasilkan oleh ekstrak metanol daun  sukun konsentrasi 1,5%, 2,5%, 5% dan 7,5% secara berturut-turut adalah 50%, 52%, 65% dan  69%. Persentase kematian larva pada kontrol negatif sebesar 0%, sedangkan pada kontrol positif  sebesar 100%. Terdapat perbedaan bermakna antara kematian larva yang ditimbulkan oleh
berbagai kelompok konsentrasi ekstrak metanol daun sukun dengan kontrol positif. Kesimpulan.  Ekstrak metanol daun sukun pada konsentrasi 1,5% hingga 7,5% memiliki aktivitas sebagai  larvasida Aedes aegypti, namun lebih lemah jika dibandingkan dengan temefos.

References

Sutanto, I., Ismid, I. S., Sjarifuddin, P. K., Sungkar, S., Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat, Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta; 2011, Hal. 245-304.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015, Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia, Jakarta; 2016 : 219-223.

World Health Organization (WHO), 2005, Guidelines For Laboratory And Field Testing Of Mosquito Larvicides, World Health Organization, New York (WHO); 2005 : 20-30.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013, Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia, Jakarta; 2014: 185-188.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014, Kementerian Kesehatan

Republik Indonesia, Jakarta; 2015: 194-197.

Raharjo, B., Uji Kerentanan (Susceptibility Test) Nyamuk Aedes aegypti (Linnaeus) Dari Surabaya, Palembang, dan Beberapa Wilayah di Bandung Terhadap Larvasida Temephos (Abate 1 SG). Institut Teknologi Bandung, (Skripsi); 2006.

Mulyatno, K.C., Yamanaka, A., Ngadino, Konishi, E., Resistance of Aedes aegypti (L.) larvae to temephos in Surabaya,

Indonesia. Southeast Asian Journal Tropical Medicine & Public Health; 2012, 43: 29.

Mardiana, L., Daun Ajaib Tumpas Penyakit. Penebar Swadaya, Jakarta; 2013.

Maharani, E.T.W., Mukaromah, A.H., Farabi, M.Z., Uji Fitokimia Ekstrak Daun Sukun Kering (Artocarpus altilis).

Universitas Muhammadiyah Semarang, Semarang, (Skripsi); 2014.

Tjokropranoto, R., Evacuasiany, E., Saputro, N. A., Efektivitas Infusa Herba Beluntas (Plucea indica L.) sebagai

Larvasida terhadap Larva Nyamuk Aedes sp, Medika Planta; 2010, 1(2): 76- 79.

Utomo, M; Amaliah, S; Suryati, FA., Daya Bunuh Bahan Nabati Serbuk Biji Papaya Terhadap Kematian Larva Aedes

aegypti Isolat Laboratorium B2P2VRP, Pros. Semin. Nas, Unimus, Salatiga; 2010, hal :152–158.

Rosmawaty, Tehubijuluw, H., Skrining Fitokimia dan Uji Bioaktivitas Daun Sukun (Artocarpus altilis), Medika

Planta, Ambon; 2013, 1: 28-32.

Harborne, J. B., Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Penerbit Institut Teknologi

Bandung, Bandung; 2006.

Wagner, H., Bladt, S., Plant Drug Analysis A Thin Layer Chromatography Atlas, Second Edition, Springer Verlag,

Berlin; 2004.

Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur, G., Kaur, H., Phytochemical screening and Extraction: A Review,

Internationale Pharmaceutica Sciencia, 2011, 1(1): 98-104.

War, A. R., Paulraj, M. G., Ahmad, T., Buhroo, A. A., Hussain, B., Ignacimuthu, S., Sharma, H. C., Mechanisms of plant defense against insect herbivores. Plant Signaling & Behavior; 2012, 7(10): 1306-1320.

Rattan, R. S., Mechanism of Action of Insecticidal Secondary Metabolites of Plant Origin, Crop Protection ; 2010, 29:

-920.

Tiwari, B.K., Singh, N., Pulse Chemistry and Technology, Royal Society of Chemistry, Cambridge; 2012: 61-62.

Published

2019-11-01

Issue

Section

Articles