Potensi antibakteri dari susu fermentasi dengan starter Lactobacillus casei terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

Authors

  • Danu Purnomo Universitas Tanjungpura
  • Pratiwi Apridamayanti Universitas Tanjungpura
  • Rafika Sari Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v6i2.45301

Keywords:

fermentasi, bakteriosin, Escherichia coliStaphylococcus aureus, Lactobacillus casei, spektrum luas

Abstract

Latar belakang: Susu fermentasi merupakan bahan pangan dari susu yang dibuat dengan fermentasi bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat seperti Lactobacillus casei dalam susu fermentasi memiliki manfaat dalam kesehatan terutama mengatasi gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Bakteri patogen tersebut dapat dihambat dengan adanya senyawa antibakteri yang dihasilkan dari bakteri asam laktat yaitu bakteriosin yang memiliki efek antibakteri spektrum luas. Bakteriosin oleh Lactobacillus casei diproduksi optimum pada waktu 24 dan 48 jam sehingga perlu dilakukan perbandingan aktivitas antibakteri bakteriosin yang lebih optimal antara waktu fermentasi 24 jam dan 48 jam pada bakteri E. coli dan S. aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dengan menggunakan sampel supernatan bakteriosin yang dibuat dengan teknik sentrifugasi. Hasil: Aktivitas antibakteri bakteriosin pada waktu fermentasi 24 jam memiliki aktivitas yang lebih besar daripada waktu fermentasi 48 jam. Diameter zona bening aktivitas bakteriosin yang dihasilkan terhadap bakteri E. coli dan S. aureus pada waktu fermentasi 24 jam yaitu 8,45 mm dan 9,32 mm sedangkan dengan waktu fermentasi 48 jam yaitu 6,77 mm dan 7,82 mm. Kesimpulan: Aktivitas antibakteri bakteriosin pada susu fermentasi yang dihasilkan oleh Lactobacillus casei lebih optimum pada waktu fermentasi 24 jam terhadap E. coli dan S. aureus.

References

Rahman DH, Tanziha I, dan Usmiati S. Formulasi produk susu fermentasi kering dengan penambahan bakteri probiotik Lactobacillus casei dan Bifidobacterium longum. Jurnal Gizi dan Pangan. 2012;7(1): 49-56.

Hasruddin dan Husna R. Mini riset mikrobiologi terapan. Yogyakarta; Graha Ilmu: 2014.

Andarilla W., Sari R., dan Aprimayanti P. Optimasi aktivitas bakteriosin yang dihasilkan oleh Lactobacillus casei dari sotong kering. Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains. 2018;187-96.

Jati AU. Produksi bakteri kasar lactobacillus plantarum 2C12, 1A15, 1B1, dan 2B2 asal daging sapi serta aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri patogen. Skripsi. bogor; IPB: 2012.

Sari NP. Uji aktivitas antibakteri bakteriosin dari Lactobacillus brevis, Lactobacillus casei, dan Lactobacillus plantarum terhadap bakteri patogen gram positif. Skripsi. UNTAN: Pontianak; 2018.

Ardi F, Pato U, dan Rossi E. Evaluasi mutu susu fermentasi biji nangka dengan variasi susu skim menggunakan bakteri Lactobacillus casei subsp. Casei R-68. Jom Faperta. 2017.

Hudaya A, Radiastuti N, Sukandar D, dan Djajanegara. Uji aktivitas antibakteri ekstrak air bunga kecombrang terhadap bakteri E coli dan S aureus sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Biologi. 2014:9-15.

Angkuna SA, Apridamayanti P, dan Sari R. Penentuan waktu optimum produksi bakteriosin dari Lactobacillus casei terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN. 2019.

Nurdyansyah F, Hasbullah UHA. Optimasi fermentasi asam laktat oleh Lactobacillus casei pada media fermentasi yang disubstitusi tepung kulit pisang. Journal of Biology. 2018: 64-71.

Kamara SD et al. Pembuatan dan aktivitas antibakteri yoghurt hasil fermentasi tiga bakteri (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophilus). Journal UIN Alauddin. 2016: 22-7.

Lee, W. J., & Lucey, J. A. Formation and physical properties of yogurt. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 2010:1127-36.

Narimo, Sari R, dan Apridamayanti P. Uji aktivitas antibakteri bakteriosin dari Lactobacillus brevis, Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum terhadap bakteri patogen gram negatif. Jurnal Farmasi Kalbar. 2019.

Soelama HJJ, Kepel BJ, Siagian KV. Uji minimum inhibitory concentration (MIC) ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jurnal e-GIGI. 2015; 3(2): 374-9.

Sidabutar, A.R., Feliatra, Andi, D. Uji aktivitas antimikroba bakteriosin dari bakteri probiotik yang diisolasi dari udang windu (Penaeus Monodon Fabricus). Jurnal Online Mahasiswa FAPERIKA. 2015:1-13.

Karthikeyan V, Gnanamoorthy P, Sakthivel A, Bharadhirajan P, Gopalakrishnan A. Isolation, Identification and optimization of bacteriocin production by Lactobacillus casei for their bio prospective applications. Journal Of Pure And Applied Microbiology. 2013;7(3):1-7.

Hasan A dan Wikandari PR. Penentuan waktu produksi optimum bakteriosin asal Lactobacillus plantarum B1765 berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap Staphylococcus aureus. UNESA Journal of Chemistry. 2018;7(1):15-20.

Elayaraja S, Annamalai N, Mayavu P, Balasubramanian. Production, purification and characterization of bacteriocin from Lactobacillus murinus AU06 and its broad antibacterial spectrum. Asian Pac Journal Trop Biomed. 2014:4(1);305-11.

Prissilia N, Sari R, dan Apridamayanti P. Penentuan waktu optimum produksi bakteriosin dari lactobacillus plantarum terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN. 2019.

Downloads

Published

2021-03-02

Issue

Section

Articles