Determinan kejadian diare di Kecamatan Selakau tahun 2017

Authors

  • Agung Priasmoyo
  • Widi Raharjo
  • Agus Fitriangga

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v6i4.47802

Keywords:

diare, determinan, faktor risiko, sanitasi

Abstract

Latar belakang: Saat ini diare masih menjadi suatu masalah kesehatan lingkungan dan masyarakat di negara berkembang. Sebagai penyakit yang berbasis lingkungan, banyak faktor yang menjadi penyebab kejadian diare di suatu daerah. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui determinan kejadian penyakit diare di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan metode cluster sampling dan diperoleh sampel berjumlah 100 keluarga. Data yang sudah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan dianalisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil:  Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa akses penggunaan pembuangan tinja dan pengetahuan memiliki hubungan dengan kejadian diare di Kecamatan Selakau (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukan faktor risiko dominan pada kejadian diare adalah pengetahuan dengan OR 9,761 (IK 95% 1,919-49,658). Kesimpulan: Determinan kejadian penyakit diare di Kecamatan Selakau tahun 2017 adalah pengetahuan.

References

Guntur A H. Sepsis.dalam: Buku ajar ilmu penyakit dalam. Sudoyo Aw, Setiyohadi B, Alwi I, et al (Editor).Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam,2009:548-555p

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Diare Di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. 2011. p.1-44.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Profil kesehatan provinsi Kalimantan Barat tahun 2015. Pontianak: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, 2016 . p.1-151.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. Profil kesehatan kabupaten sambas tahun 2015. Sambas: Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. 2016.

Sander MA. Hubungan faktor sosio budaya dengan kejadian diare di desa candinegoro kecamatan Wonoayu Sidoarjo. Jurnal Medika. 2005:2(2):163-93

Kemenpera. Permenpera No.5/Permen/M/2007. Jakarta:Kemenpera RI. 2007.

Wawan A dan Dewi M. Teori dan pengukuran pengetahuan sikap dan perilaku Manusia, Yogyakarta: Nuha Medika. 2010.

Hidayanti R. Faktor risiko diare di Kecamatan Cisarua, Cigudeg dan Megamendung Kabupaten Bogor Tahun 2012 [Skripsi]. Depok: Universitas Indonesia. 2012.

Vu Nguyen T, Le Van P, Le Huy C, Nguyen Gia K, Weintraub A. Etiology and epidemiology of diarrhea in children in Hanoi, Vietnam. Int J Infect Dis. 2006;10(4):298-308. doi: 10.1016/j.ijid.2005.05.009.

Kecamatan Selakau. Profil Kesehatan Kecamatan Selakau 2016. Selakau: Puskesmas Selakau. 2017

Carrel M, Escamilla V, Messina J, Giebultowicz S, Winston J, Yunus M, Streatfield PK, Emch M. Diarrheal disease risk in rural Bangladesh decreases as tubewell density increases: a zero-inflated and geographically weighted analysis. Int J Health Geogr. 2011;;10:41. doi: 10.1186/1476-072X-10-41..

Chiller TM, Mendoza CE, Lopez MB, Alvarez M, Hoekstra RM, Keswick BH, Luby SP. Reducing diarrhoea in Guatemalan children: randomized controlled trial of flocculant-disinfectant for drinking-water. Bull World Health Organ. 2006;84(1):28-35. doi: 10.2471/blt.04.016980.

Boadi KO, Kuitunen M. Environmental and health impacts of household solid waste handling and disposal practices in third world cities: the case of the Accra Metropolitan Area, Ghana. J Environ Health. 2005;68(4):32-6.

Mashoto KO, Malebo HM, Msisiri E, Peter E. Prevalence, one week incidence and knowledge on causes of diarrhea: household survey of under-fives and adults in Mkuranga district, Tanzania. BMC Public Health. 2014 ;22:14:985. doi: 10.1186/1471-2458-14-985.

Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010. p.1-161.

Downloads

Published

2021-07-01

Issue

Section

Articles