Analisis Hubungan Polifarmasi dan Biaya Penggunaan Obat Risiko Jatuh pada Pasien Geriatri di Klinik Saraf RSUD dr. Soedarso Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jc.v8i2.54181Keywords:
biaya obat, geriatri, polifarmasi, risiko jatuhAbstract
Latar belakang: Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan serius pada pasien geriatri. Salah satu faktor risiko terjadinya jatuh adalah jumlah penggunaan obat risiko jatuh atau Fall Risk Medicine (FRM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rata-rata biaya penggunaan obat risiko jatuh berdasarkan polifarmasi obat dan karakteristik pasien geriatri di klinik saraf RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian merupakan jenis penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data bersifat retrospektif yaitu menggunakan basis data elektronik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri di Klinik Saraf RSUD dr.Soedarso Pontianak selama periode Januari"“Desember 2019. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien geriatri yang berkunjung ke klinik saraf cenderung pasien wanita sebanyak 51,26%, lansia muda dengan usia 60-69 tahun sebanyak 71,22%, dan penggunaan <5 obat (non polifarmasi) sebanyak 94,12%. Analisis independent sample t-test menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara jumlah obat (sig 2-tailed = 0,000) terhadap rata-rata biaya penggunaan obat risiko jatuh pasien geriatri. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah obat memiliki hubungan bermakna dengan besarnya biaya penggunaan obat jatuh pada geriatri.
Kata kunci : biaya obat, geriatri, polifarmasi, risiko jatuh
References
Nurmalasari M, Widajanti N, Dharmanta RS. Hubungan Riwayat Jatuh dan Timed Up and Go Test pada Pasien Geriatri. J Penyakit Dalam Indones 2019;5(4):164–8.
Organisation world H. WHO global report on falss prevention in older age. Geneva: WHO Press; 2007.
Badan Pusat Statistik. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2018.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019. Jakarta: Depkes RI; 2016.
Soejono CH, Fitriana I. Perbedaan Lama Masa Rawat, Kualitas Hidup, dan Efektivitas Biaya Perawatan Pasien Geriatri di RSUPNCM Sebelum dan Sesudah Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional. eJKI 2018;6(1):24–32.
Iswati, Sasti SC. Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Pencegahan Jatuh Melalui Penyuluhan Di Asrama Brimob Rt 02 Rw 02 Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan Surabaya. Adi Husada Nurs J 2019;5(1):6–11.
Rahmawati F, Mustafidah N, Annisa L. Profil Penggunaan Fall Risk Medicine pada Pasien Lanjut Usia di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Madiun. J Manaj Dan Pelayanan Farm (Journal Manag Pharm Pract 2019;9(2):135–42.
Dady F, Memah HP, Kolompoy JA. Hubungan Bahaya Lingkungan dengan Risiko Jatuh Lanjut Usia di BPLU Senja Cerah Manado. J Persat Perawat Nas Indones 2020;3(3):149–56.
Annisa L, Pramantara IDP, Arianti A, Rahmawati F. Hubungan Penggunaan Obat Psikoaktif dengan Risiko Jatuh pada Pasien Geriatri di Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit di Madiun. Indones J Clin Pharm 2019;8(3).
Badan Pusat Statistik. Katalog: 4104001. Stat Pendud Lanjut Usia di Indones 2019 2019;xxvi + 258 halaman.
Rahmawati F, Mustafidah N, Pramantara IDP, Wahab IA. A study of psychoactive medicines and risk of falls among Indonesian elderly patients. Indones J Pharm 2019;30(3):23–240.
Hadiningsih H. Analisis Besaran Biaya Obat Beberapa Penyakit Rawat Jalan dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi di Rs. Awal Bros Bekasi Tahun 2014. J Adm Rumah Sakit Indones 2015;2(1):53–63.
Pratt NL, Ramsay EN, Kalisch Ellett LM, Nguyen TA, Barratt JD, Roughead EE. Association between use of multiple psychoactive medicines and hospitalization for falls: Retrospective analysis of a large healthcare claim database. Drug Saf 2014;37(7):529–35.
Lawlor DA, Patel R, Ebrahim S. Primary care diseases and drug use : cross sectional study. 2003;327(September):1–6.
Neutel CI, Mhk SP, Maxwell C. Medication use and risk of falls. 2002;11(June 2001):97–104.
Fauziah H, Mulyana R, Martini RD. Polifarmasi Pada Pasien Geriatri. Hum Care J 2020;5(3):804–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Jurnal Cerebellum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Cerebellum is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
Under the following terms:
Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.