DETEKSI BAKTERI COLIFORM PADA MINUMAN SARI TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) DI PONTIANAK UTARA

Authors

  • Erika Yulinar Tanjungpura University
  • Mahyarudin Mahyarudin Tanjungpura University
  • Agus Fitriangga tanjungpura university

DOI:

https://doi.org/10.26418/jc.v8i3.55001

Keywords:

Minuman sari tebu, Bakteri Coliform, Sanitasi, Hygiene, Kualitas air

Abstract

Latar belakang:  Minuman sari  tebu  merupakan  salah  satu  minuman  yang  digemari  oleh  sebagian  besar kalangan  masyarakat  untuk  dikonsumsi  sebagai  penghilang  dahaga.  Minuman ini termasuk minuman yang merakyat sehingga minuman ini sangat mudah ditemukan  di beberapa lokasi di  pinggiran  jalan.  Namun, minuman yang menyegarkan ini bisa menjadi minuman yang tidak baik untuk kesehatan. Karena tanpa disadari oleh kita, minuman sari tebu  ini  tidak baik untuk kesehatan apabila sudah  tercemar  oleh bakteri yaitu  pada saat pengolahan bahan baku yang tidak higienis sehingga beresiko tinggi terkontaminasi mikrob yang  dapat  menyebabkan  penyakit  diare  bagi yang meminumnya. Bakteri yang merupakan indikator terjadinya pencemaran  pada  minuman  ini  disebut bakteri  Coliform,  lebih tepatnya yaitu  Escherichia  coli.  Oleh  karena  itu, tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mendeteksi adanya bakteri  coliform  pada minuman  sari  tebu yang  banyak  dijual  oleh  pedagang kaki lima di  pinggiran jalan di Kota Pontianak khususnya di kawasan  Pontianak Utara.  Kawasan ini dipilih oleh peneliti karena jumlah pedagang yang menjual minuman sari tebu lebih banyak ditemukan sepanjang kawasan ini daripada daerah kawasan Pontianak yang lain.  Metode:  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  observasional  denganmenggunakan  pendekatan  secara  cross  sectional. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kuantifikasi  bakteri  dengan  teknik  Most  Probable  Number  (MPN) dan  teknik  pengambilan sampel menggunakan metode  purposive sampling.  Hasil:  Hasil penelitian  ini  menunjukkan bahwa 24 sampel minuman sari tebu yang  telah  diuji secara kuantifikasi dengan  menggunakan  metode MPN  telah  melebihi batas maksimum mikrob, yaitu sebesar 9,4 - <1100/g MPN dan semua sampel minuman sari tebu  tersebut  terbukti telah terkontaminasi bakteri  Coliform, yaitu  bakteri  E. coli  dan  Enterobacter aerogenes  sebesar 100%.Kesimpulan:  Menunjukkan  bahwa  semua  minuman sari tebu  yang dijadikan sampel pada penelitian ini terbukti  terkontaminasi  bakteri  Coliform, yaitu  bakteri  E. coli  dan  Enterobacter aerogenes  sebesar 100% dengan rentang nilai MPN 9,4 - <1100/g MPN. Hal ini sesuai dengan penilaian dari WHO dengan rentang nilai hasil  low risk-high risk  dan ditemukan bakteri  Escherichia coli  dan  Enterobacter aerogenes.

Author Biographies

Erika Yulinar, Tanjungpura University

Medical science, Faculty of medicine

Mahyarudin Mahyarudin, Tanjungpura University

Departement of Microbiology

Agus Fitriangga, tanjungpura university

Departement of Public health

References

Putri KJ. Pemanfaatan sari tebu dalam pembuatan yoghurt dengan penambahan lactobacillus bulgaricus dan sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) pada konsentrasi yang berbeda. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Prosiding Semnas. 2013.

Bahar E. Uji bakteri terhadap minuman segar air tebu yang beredar di pasar raya padang. Artikel Penelitian. Padang: Fakultas Kedokteran Unand Padang. 2005.

Suriaman EJ. Uji kualitas air [Skripsi]. Malang: Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang. 2008.

Naria E. Higiene sanitasi makanan dan minuman jajanan di kompleks USU. Medan: Departemen Kesehatan Lingkungan. 2006. Vol. 2.

Perry AG. Buku Saku Keterampilan Dan Prosedur Dasar. Edisi 5. Jakarta: EGC. 2005.

Widianti NPM, Ristianti NP. Analisis kualitatif bakteri coliform pada depo air minum isi ulang di kota singaraja bali. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2004. 1:64 – 73.

Hartini PB. Studi keamanan mikrobiologi makanan jajanan di kantin falesa IPB. Bogor: IPB, 2011.

Departemen Kesehatan RI. Daftar persyaratan kualitas air minum dan persyaratan kualitas air bersih. Jakarta: Departemen kesehatan Republik Indonesia; 2010.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Profil kesehatan kota pontianak tahun 2017. Pontianak : Dinas Kesehatan Kota Pontianak. 2017.

Suriawiria U. Mikrobiologi Air dan Dasar-dasar Buangan Secara Biologis. Bandung: Penerbit Alumni. 2003.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta : Menteri Kesehatan RI. 2010.

Standar Nasional Indonesia. Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan: Standar Nasional Indonesia (SNI); 7388. 2009.

Brooks GF, Butel JS, Morse SA. Jawetz, Melnick, & Adelberg's Medical Microbiology. 27th ed. USA: The McGraw-Hill Companies Inc; 2016; 400 -853P.

WHO, UNICEF. Progress on drinking water and sanitation. United States: WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme for Water Supply and Sanitation. 2012.

Djasmi DO, Rasyid R, Anas E. Uji bakteriologis pada minuman air tebu yang dijual di pinggiran jalan khatib sulaiman kota padang. Jurnal Kesehatan Andalas. Padang : Fakultas Kedokteran Unand. 2015.

Yuliani, Hastuti US, Witjoro A. Kualitas mikrobiologi sari tebu yang dijual di kota malang berdasarkan angka lempeng total koloni. Jurusan Biologi FMIPA. Malang : Universitas Negeri Malang. 2016.

Wilzan Y, Pato U, Rossi E. Deteksi kehadiran mikroba dalam es sari tebu (Saccharum officinarum L.) segar di kecamatan tampan kota pekanbaru. Fakultas Pertanian. Universitas Riau. 2012.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan. Jakarta : Menteri Kesehatan RI. 2003.

Sihombing T. Pengawasan keamanan pangan di Indonesia, direktur inspeksi dan sertifikasi pangan seminar foodreview: BPOM; 2016.

Departemen Kesehatan RI. Keputusan menteri kesehatan RI No. 715 tahun 2003. Tentang persyaratan higiene sanitasi jasa boga. Jakarta: Depkes RI. 2006.

Pfaller MA, Jorgensen JH. Manual of clinical microbiology 11th ed vol.1. Wangshington DC: ASM PRESS, 2015.

Downloads

Published

2022-08-15

Issue

Section

Articles