The Importance of Providing Chinese Cultural Arts Materials to Expand Student Learning Motivation in Department of Chinese Language and Literature at Unesa
DOI:
https://doi.org/10.26418/jilin.v2i2.60371Keywords:
pemberian, seni budaya, meningkatkan, motivasiAbstract
Bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia, mempelajari sebuah Bahasa tentu tidak akan terlepas dari seni dan budaya. seperti halnya mempelajari Bahasa Mandarin, Tiongkok memiliki beragam seni budaya menarik yang dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajarBahasa mandarin, misalnya seni gunting kertas (剪纸), seni tali simpul Tiongkok (ä¸å›½ç»“), menyanyi lagu Bahasa Mandarin, dll. Berkaitdengan hal tersebut,penelitianinibertujuan untukmengetahui proses pemberian materi seni budaya Tiongkok di kelas Bahasa Mandarin, peningkatan motivasi belajar mahasiswa, serta respon mahasiswa terhadap pemberian materi seni budaya tiongkok tersebut.Adapun metode yangdigunakandalampenelitianiniialahmetodepenelitiandeskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil observasi, pemberian materi seni budaya Tiongkok ini dapat mengubah perilaku mahasiswa dari yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih aktif untuk bertanya, aktif untuk menjawab pertanyaan lisan dosen, aktif untuk berdiskusi, aktif untuk mengerjakan soal latihan, dan lain sebagainya. Dari perubahan perilaku mahasiswa tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan motivasi dalam belajar Bahasa Mandarin. Selain itu, dari hasil angket menunjukan bahwa, mahasiswa merasa senang dan antusias ketika diberikan materi seni budaya dan diajak untuk mempraktekkannya, serta, mahasiswa merasa terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan, banyak mahasiswa yang menginginkan pemberian materi seni budaya Tiongkok ini dapat dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.References
Afriani, Zelfia. 2019. Peran Budaya dalam Pemerolehan Bahasa Asing. Bengkulu: Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol.1, No. 2
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hapsari, Kusworo Rini. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa Mandarin dengan Pendekatan Funny Learning (FL) di SMA N 1 Karanganom. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Lestari, Lies Amin. 2017. Mengenalkan Aspek Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya
Moloeng, Lexy J., 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nashar. 2004. Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal Dalam Kegiatan Pembelaajran. Jakarta: Delia Press.
Ren, Qiliang. 2015. Common Knowledge About Chinese Culture. Beijing: Chinese Library Press.
Sudarso, SP. 2016. Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani.
Supriyanti, Nury. 1996. Lagu-lagu Barat Populer Sebagai Sumber Belajar Bahasa Inggris. Majalah Diksi FPBS IKIP Yogyakarta.
Wijaya, Ivana. 2022. Peningkatan Minat Belajar dengan Materi Kebudayaan Cina dalam Belajar Bahasa Mandarin, Medan: Universitas Prima Indonesia
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cicik Arista

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).