HUBUNGAN JENIS PERSALINAN TERHADAP GEJALA DEPRESI POSTPARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALIANYANG

Authors

  • Nurfatikhah Nurfatikhah Universitas Tanjungpura
  • Ridha Ulfah
  • Mistika Zakiyah

DOI:

https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v11i2.101706

Keywords:

jenis persalinan, gejala depresi postpartum

Abstract

Latar Belakang. Depresi postpartum (DPP) merupakan gangguan suasana hati, kehilangan minat, dan menurunnya energi pada wanita pascamelahirkan. Gangguan DPP dapat timbul setelah dua minggu pasca melahirkan dan dapat berlanjut hingga satu tahun. Kondisi ini dapat mempengaruhi hubungan antara ibu dan anak, sehingga akan berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak. Penelitian menunjukkan bahwa jenis persalinan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi risiko DPP. Namun, saat ini hubungan antara jenis persalinan dan DPP masih belum jelas dan kontroversial. Tujuan. Mengetahui hubungan Jenis Persalinan terhadap Gejala Depresi Postpartum di Wilayah Puskesmas Alianyang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik melalui pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian yaitu ibu postpartum yang memiliki anak usia 21 hari hingga 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Alianyang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan non-probability secara consecutive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebesar 92 orang. Variabel diukur dengan menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil. Hasil menunjukkan sebanyak 17 ibu postpartum (18,5%) dan mayoritas dengan jenis persalinan pervaginam (51,1%). Uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0.480 (p value >0.05). Kesimpulan. Jenis persalinan tidak berpengaruh terhadap gejala depresi postpartum

Downloads

Published

2025-07-01

Issue

Section

Articles