Potensi kejadian demam berdarah dengue di Pontianak dan sekitarnya tahun 2014
DOI:
https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v1i1.42970Keywords:
demam berdarah dengue, indeks larva, pelaksanaan 3M plusAbstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah endemik DBD di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan larva Aedes aegypti, pelaksanaan 3M plus dan untuk mengetahui jenis tempat penyimpanan air yang dominan dihuni larva Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dengan survei entomologi, menggunakan instrument kuesioner dan diambil dengan metode purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Dari 771 rumah diobservasi 3328 tempat penampungan air dan didapatkan larva Aedes aegypti pada 754 TPA, dimana terbanyak adalah tempayan (41%). Indeks larva Aedes aegypti pada Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, Pontianak Timur, Sungai Kakap, Sungai Raya dan Sungai Durian adalah container index (CI) 20%; 23%;18%; 29%; 24%; 20%, house index (HI) 53%; 48%51%; 53%; 64%; 65%; , dan breteau index (BI) 53; 51; 74; 65; 63; 48. Kesimpulan: Kepadatan populasi (density figure) larva Aedes aegypti di Kotamadya Pontianak dan sekitarnya berdasarkan CI sebesar 6-8, BI sebesar 5-7 dan HI sebesar 6-8 sehingga berpotensi meningkatkan kejadian Demam berdarah dengue.References
Suhendro, Nainggolan L, Chen K, Pohan HT. Demam Berdarah Dengue. Dalam: Sudoyo AW, editor. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi V. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2012. 2013 (diunduh pada tanggal 27 Juni 2014). Tersedia pada http://depkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profilkesehatan.html
Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Profil Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat Tahun 2011. (diunduh pada tanggal 27 Juni 2014). Tersedia pada http://depkes.go.id/profilkesehatan/kalimantanbarat
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Informasi Umum Demam Berdarah Dengue. 2011.
Pemerintah Kota Pontianak. Profil Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2010. Pontianak: Dinas Kesehatan Kota Pontianak. 2010.
Pemerintah Kota Pontianak. Profil Kesehatan Kota Pontianak Tahun 2012. Pontianak: Dinas Kesehatan Kota Pontianak. 2012.
Parida S. Hubungan Keberadaan Jentik Aedes aegypti dan Pelaksanaan 3M Plus dengan Kejadian Penyakit DBD di Lingkungan XVIII Kelurahan Binjai Kota Medan Tahun 2012. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara, 2012.
Odum EP. Dasar-dasar ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1993.
Novitasari R. Indeks Larva Aedes sp. di Desa Ciwaru Kecamatan Bayah Provinsi Banten Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan. Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia; 2011.
National Institute of Communicable Disease. Guideline for Prevention and Control of Dengue. Delhi: NICD-WHO. 2006 (diunduh 27 Juni 2014). Tersedia pada http://nicd.nic.in/writeaddata/linkimages/ dhf836831758.pdf
Anny W, Ririh Y. Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga; 2004.
Rahmatika N. Keberadaan Aedes aegypti di Kontainer dalam Rumah di Kelurahan Cempaka Putih, Jakarta setelah Pemberian Bacillus Thuringiensis Israelensis. Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia; 2010.
Sembel DT. Entomologi Kedokteran. Yogyakarta: CV Andi Offset; 2008.
Sungkar S, Winita R, Kurniawan A. Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat dan Kepadatan Aedes aegypti. Jurnal Universitas Indonesia. 2010;14(2): 81-5.
Sungkar S. Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Yayasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI); 2002.
Sutanto I, Ismid IS, Sjarifuddin PK, Sungkar S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Edisi IV. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2008.
Lee H. Hubungan Perilaku Pencegahan terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Masyarakat Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura; 2014.
Widyastuti P. Panduan Lengkap Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2007.
Barodji, Widiarti, Sumardi. Penggunaan Kelambu yang Dicelup Insektisida oleh Petani Seluhir Flores Timur. Jurnal Penelitian Kesehatan. 1994; 22(4).
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2015 Jurnal Kesehatan Khatulistiwa (Jurkeswa)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, andindicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
- ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.