Perbandingan tulang dan lokomosi pada quadrupedal dan bipedal

Authors

  • Arif Wicaksono Universitas Tanjungpura
  • Sasanthy Kusumaningtyas Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v1i2.42996

Keywords:

Lokomosi, quadrupedal, bipedal

Abstract

Latar belakang:  Antropologi masih memperlihatkan ketertarikan dalam membandingkan  struktur skeletal dan lokomosi antara manusia dan primata. Manusia dikatakan  berkembang menjadi bipedal karena proses evolusi ribuan tahun dari primata. Metode:  Penelitian ini membahas perubahan anatomi yang terjadi pada quadrupedal dan bipedal
secara umum kemudian mengkhususkan pada anatomi skeleton apendiculare,  komparasinya dan hubungannya dengan lokomosi. Hasil: Terdapat perbedaan pada  beberapa detil tulang antara bipedal dan quadrupedal. Kesimpulan: Bentuk tulang pada  manusia bipedal dan primata quadrupedal mirip tetapi terdapat perbedaan pada ukuran
dan bentuk dari skeleton appendicularnya yang menyebabkan perbedaan
pembagian/penerusan beban, berbedaan lokomosi dan perbedaan energi yang diperlukan untuk melakukan lokomosi.

References

Richmond BG, Begun DR, Strait, DS. Origin of Human Bipedalism:The Knuckle-Walking Hypothesis Revisited.

YEARBOOK OF PHYSICAL ANTHROPOLOGY(2001). 44:70–105. New York. 2001.

Danielson K. A comparative look at the energetic efficiency of bipedal locomotion in humans versus

quadrupedal locomotion in primates: measurements of femoral and humeral proximal head articular surface. University at Albany Honors College. (Thesis). New York. 2012.

Kardong KV. Vertebrates. 5th Ed. McGraw-Hill:Singapore;2009 .

Jurmain R, Kilgore L, Trevatahan W, Ciochon RL. Introduction to Physical Anthropology. 11th Ed.

Thomson:California;2008.

Downloads

Published

2015-04-01

Issue

Section

Articles