Karakteristik akseptor KB di Desa Pendem, Kota Batu

Authors

  • Andini Melati Sukma
  • Moch. Yunus Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
  • Anindya Hapsari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v9i2.58030

Abstract

Latar belakang: Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan. Salah satu program yang berhubungan dengan masalah kependudukan ialah program Keluarga Berencana (KB). Data profil kesehatan Jawa Timur, cakupan KB Jawa Timur tahun 2017 yakni 65,71% dan menurun tahun 2020 menjadi 64,1%. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu, cakupan KB aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Bulan Desember 2020 terendah di Desa Pendem sebanyak 566 (28,03%) dan menurun Bulan September 2021 menjadi 571 (27,76%) akseptor. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik meneliti gambaran karakteristik responden akseptor KB di Desa Pendem, Kota Batu. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, dilakukan pada Bulan April 2022 "“ Juni 2022. Populasi penelitian ini seluruh akseptor KB domisili Desa Pendem, Kota Batu, dengan pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner dan hasil akan dianalisi menggunakan Statistical Program for Social Science Hasil: hasil penelitian ini dilakukan pada 50 responden yang mana mendapatkan hasil terkait umur, lama menikah, jumlah anak, jenis KB, lama menggunakan KB, pernah/tidak ganti KB dan alasan ganti KB. Kesimpulan: Sebagian besar responden berumur kurang 30 tahun, telah menikah ≤ 10 Tahun, memiliki jumlah anak ≤ 2 orang. Pilihan KB IUD dan suntik 3 bulan mendominasi. Lebih dari separuh responden tidak pernah menggunakan KB jenis lain. Alasan berganti KB karena efek samping.

References

Badan Pusat Statistik (BPS). Berita Resmi Statistik. BpsGoId [Internet]. 2020;(27):1–52. Available from: https://papua.bps.go.id/pressrelease/2018/05/07/336/indeks-pembangunan-manusia-provinsi-papua-tahun-2017.html

Devi S, Fatchiya A, Susanto D. Kapasitas Kader dalam Penyuluhan Keluarga Berencana di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. J Penyul. 2016;12(2):144.

Purba DH, Sari MHN, Syamdarniati, Purba AMV, Yuliani M, Anggraini DD, et al. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) [Internet]. 1st ed. Watrianthos R, editor. Yayasan Kita Menulis; 2021 [cited 2022 Aug 31]. Available from: https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=gvEUEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA12&dq=keluarga+berencana+di+indonesia&ots=BjdUJUrRbF&sig=mlYJcrBEWk5Xql0aqYz7kwRCzwk&redir_esc=y#v=snippet&q=tujuan KELUARGA BERENCANA&f=false

Tiffani WF, Rifai M, Studi P, Pemerintahan I, Karawang US, Daya S, et al. Implementasi Program Keluarga Berencana ( KB ) Dalam Upaya Menekan Pertumbuhan Penduduk Di Kelurahan. J Imiah Ilmu Adm. 2020;7(3):525–40.

Rotinsulu FGF, Wagey FW, Tendean HMM. Gambaran Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Wanita di Indonesia. e-CliniC. 2021;9(1):243–9.

Siti Soleha. Studi tentang dampak program keluarga berencana di Desa Bangun Mulya Kabupaten Penajam Paser Utara. eJournal Ilmu Pemerintah. 2016;4(1):39–52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data Dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2017. 2017;

Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2018 [Indonesia Health Profile 2018] [Internet]. Kurniawan R, Yudianto, Hardhana B, Siswanti T, editors. Jakarta; 2019. 207 p. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Data-dan-Informasi_Profil-Kesehatan-Indonesia-2018.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 [Internet]. Hardhana B, Sibuea F, Widiantini W, editors. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf

Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020.

Vora KS, Saiyed S, Natesan S. Impact of COVID-19 on family planning services in India. Sex Reprod Heal Matters [Internet]. 2020 Jan 1 [cited 2022 Sep 7];28(1). Available from: https://www.tandfonline.com/action/journalInformation?journalCode=zrhm21

Witono, Parwodiwiyono S. Kepesertaan Keluarga Berencana pada Masa Awal Pandemi COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. J Kependudukan, Keluarga, dan Sumber Daya Mns. 2020;1(2):77–88.

Sari DNA, Nurdiasti Y, Kusumasari V, Timiyatun E. Dukungan Tenaga Kesehatan dan Suami Dengan Kepatuhan Pelaksanaan KB Di Masa Pandemi Covid-19. Community Publ Nurs. 1980;8(April 2022):124–32.

Urip Tri Wijayanti, Nadia Ayu Irma Nindiyastuti N. Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Pelayanan KB. Higeia J Public Heal Res Dev. 2021;1(3):625–34.

Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Petunjuk Teknis Pelayanan Puskesmas Pada Masa Pandemi COVID-19 Serial Kedua. 2021. 124 p.

Pratiwi AI. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi di Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. J Kebidanan. 2019;8(1):1–11.

Setiawati E, Handayani OWK, Kuswardinah A. Pemilihan Kontrasepsi Berdasarkan Efek Samping Pada Dua Kelompok Usia Reproduksi. Unnes J Public Heal. 2017;6(3):167.

Meldiana LD, Saudah N, Dewi PCL. FAKTOR BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN AKSEPTOR KB BARU SELAMA MASA PANDEMI COVID-19. Stikes PPNI. 2021;

Hakim AR. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KB DI KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN PONOROGO. 2019;203–10.

Dewiyanti N. Hubungan Umur Dan Jumlah Anak Terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Di Puskesmas Bulak Banteng Surabaya. Med Technol Public Heal J. 2020;4(1):70–8.

Aini AN, Mawarni A. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DROP OUT AKSEPTOR KB DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG. J Kesehat Masy. 2016;4(4).

Downloads

Published

2023-08-25

Issue

Section

Articles