Hubungan antara mengonsumsi kopi dan tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Angkatan 2018 Universitas Tanjungpura Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v10i2.79716Keywords:
Konsumsi kopi, kecemasan, mahasiswa kedokteranAbstract
Latar belakang: Mahasiswa kedokteran memiliki banyak stressor yang menimbulkan kecemasan, seperti beban akademik, skripsi, dan kegiatan organisasi/ UKM. Selain itu, pada subjek penelitian ini, usia mahasiswa tergolong dalam usia yang rentan mengalami kecemasan. Dalam mengurangi rasa cemas, sebagian besar mahasiswa mengonsumsi kopi. Konsumsi kopi dalam dosis rendah telah terbukti dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan suasana hati. Namun, apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi, kopi dapat menimbulkan kecemasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik jenis cross-sectional dan total-sampling dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 58 mahasiswa kedokteran angkatan 2018 Universitas Tanjungpura Pontianak yang merupakan konsumen kopi. Kuesioner Konsumsi Kopi dan Taylor"™s Manifest Anxiety Scale (TMAS) digunakan pada penelitian ini sebagai alat untuk mengukur derajat konsumsi kopi dan tingkat kecemasan. Analisa data menggunakan uji korelasi Rank-Spearman dengan pendekatan univariat dan bivariat. Hasil: Didapatihasil berupa 47 orang mahasiswa (81%) mengonsumsi kopi dalam derajat ringan, 10 mahasiswa (17.2%) derajat sedang, dan satu mahasiswa (1.7%) derajat berat. Distribusi derajat konsumsi kopi berdasarkan tingkat kecemasan pada penelitian ini menunjukkan bahwa persentase terbesar terdapat pada kelompok mahasiswa dengan derajat konsumsi kopi ringan dengan tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 22 orang (37,9%). Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan secara statistik antara konsumsi kopi dan tingkat kecemasan (p= 0,981). Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara kebiasaan mengonsumsi kopi dan tingkat kecemasan pada mahasiswa kedokteran Angkatan 2018, Universitas Tanjungpura, Pontianak (p=0,981).
References
Sadock BJ, Sadock VA, Ruiz P. Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry. 11th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2015.
International Coffee Organization. Coffee Consumption In East And Southeast ASIA: 1990-2012. 2014.
Liunima MG, Sutriningsih A, Masluhiya SA, hubungan antara konsumsi kopi dengan tingkat stres pada dewasa muda Ikatan Keluarga Besar (IKB) Nekmese di Kota Malang. Nursing News. 2017; 2 (3): 554-64.
Maulidan M, Alam TS. Insomnia dan Kecemasan pada Masyarakat yang Mengkonsumsi Kopi. JIM FKEP. 2018; 3(3): 241–7.
Richards G, Smith A. Caffeine consumption and self-assessed stress, anxiety, and depression in secondary school children. J Psychopharmacol. 2015 Dec 1;29(12):1236–47.
Pozzi G, Frustaci A, Tedeschi D, Solaroli S, Grandinetti P, Di Nicola M, et al. Coping strategies in a sample of anxiety patients: Factorial analysis and associations with psychopathology. Brain Behav. 2015 Aug 1;5(8).
Musabiq SA, Karimah I. Gambaran stress dan dampaknya pada mahasiswa. InSight. 2018;20(2): 75-83.
Kunayah. Hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2013 di Universitas Tanjungpura. [Pontianak]: Universitas Tanjungpura; 2016.
Qolbi FH. Masa emerging adulthood pada mahasiswa: kecemasan akan masa depan, kesejahteraan subjektif, dan religiusitas islam. Psikoislamika J Psikol dan Psikol Islam. 2020 Jun 30;17(1):44.
Al Kahfi RL, Hamidah. HUBUNGAN antara centrality of religiosity dan depresi pada emerging adult. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental. 2017; 6 (4): 19-28.
Vellyana D, Lestari A, Rahmawati A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien preoperative di RS Mitra Husada Pringsewu. JK. 2017;8(1):108.
Mahoney CR, Giles GE, Marriott BP, Judelson DA, Glickman EL, Geiselman PJ, et al. Intake of caffeine from all sources and reasons for use by college students. Clin Nutr. 2019 Apr 1;38(2):668–75.
Maulina N, Sayuti M, Said BH. Hubungan konsumsi kopi dengan frekuensi denyut nadi pada mahasiswa Program Studi Pendidkan Dokter Universitas Malikussaleh tahun 2019. J Averrous Vol. 2020;6(1):17–28.
Putri R. Hubungan Mengonsumsi Kopi dengan Munculnya Symptom Kecemasan pada Mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Angkatan 2012. Universitas Syiah Kuala; 2016.
Arwangga A, ASIH I, Sudiarta I. Analisis kandungan kafein pada kopi di Desa Sesaot Narmada menggunakan spektrofotometri UV-VIS. J Kim. 2016;10(1):110–4.
Maqsood U, Zahra R, Latif MZ, Athar H, Shaikh GM, Hassan SB. Caffeine consumption & perception of its effects amongst University Students. Proc Shaikh Zayed Med Complex Lahore. 2020;34(4):46–51.
Hanafi AY, Martunis M, Sulaiman MI. Perilaku konsumen (consumer behaviour) berdasarka kelompok gender dan usia pada beberapa formulasi Kopi Mix Arabika. J Ilm Mhs Pertan. 2018;3(4):785–93.
Khairani M. Pengaruh Minuman Kopi terhadap kualitas tidur mahasiswa/i angakatan 2015. Universitas Sumatra Utara; 2017.
Devi SSL, Abilash SC, Basalingappa S. The rationale of caffeine consumption and its symptoms during preparatory and non-preparatory days: A study among medical students. Biomed Pharmacol J. 2018;11(2):1153–9.
Lee J, Lee JE, Kim Y. Relationship between coffee consumption and stroke risk in Korean population: the Health Examinees (HEXA) Study. Nutr J. 2017;16(1):1–8.
Zahra P. Hubungan konsumsi kopi terhadap kualitas tidur pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2012. Universitas Syiah Kuala; 2016.
Worumi R. Gambaran derajat cemas pada mahasiswa pre klinik Pendidikan Dokter Tingkat Awal 2016 dan Tingkat Akhir 2014 Universitas Hasanuddin. Universitas Hasanuddin; 2017.
Purba L. Tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara terhadap pandemi COVID-19. Universitas Sumatera Utara; 2021.
Ramadhan AF, Sukohar A SF. Perbedaan derajat kecemasan antara mahasiswa tahap akademik tingkat awal dengan tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Medula. 2019;9(1):78–82.
Ariana. Hubungan antara tingkat kecemasan mahasiswa sebelum sidang skripsi terhadap nilai skripsi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Universitas Tanjungpura; 2016.
Arisyna A, Sustini F, Muhdi N. Anxiety level and risk factors in medical students. JUXTA J Ilm Mhs Kedokt Univ Airlangga. 2020;11(2):79.
Malfasari E, Devita Y, Erlin F, Filer F. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kecemasan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir di STIKES Payung Negeri Pekanbaru. J Ners Indones. 2019;9(1):124.
Sukrasno, Rivera IA, Wirasutisna KR. The caffeine content in coffee beverages commercially distributed in Indonesia. J Food Nutr Res [Internet]. 2018;6(8):513–7. Available from:https://pubs.sciepub.com/jfnr/6/8/5/index.html.
Attaqy F. Hubungan konsumsi kopi dengan ansietas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Universitas Gajah Mada; 2016.
Jin MJ, Yoon CH, Ko HJ, Kim HM, Kim AS, Moon HN, et al. The relationship of caffeine intake with depression, anxiety, stress, and sleep in Korean adolescents. Korean J Fam Med. 2016;37(2):111–6.
Seetan K, Al-Zubi M, Rubbai Y, Athamneh M, Khamees A, Radaideh T. Impact of COVID-19 on medical students’ mental wellbeing in Jordan. PLoS One [Internet]. 2021;16(6 June):1–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0253295.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Kesehatan Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, andindicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
- ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.