Gambaran Kebersihan Diri Terkait Infestasi Kutu Kepala (Pediculus humanus capitis) Pada Santriwati di Pondok Pesantren Al-Adabiy Pontianak
DOI:
https://doi.org/10.26418/jurkeswa.v11i2.95668Keywords:
Kebersihan diri, kutu kepalaAbstract
Latar Belakang: Menjaga kebersihan diri sangat penting untuk meningkatkan kesehatan kulit yang merupakan bagian tubuh pertama dari pertahanan melawan infeksi. Kebersihan diri yang kurang baik dapat menimbulkan beberapa penyakit termasuk infestasi kutu kepala. Infestasi kutu kepala merupakan penyakit yang sering diderita anak-anak terutama dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersihan diri terkait infestasi Pediculus humanus capitis pada santriwati di Pesantren Al-Adabiy Pontianak 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan kuesioner tentang kebersihan diri. Penelitian ini menggunakan total sampling dan didapatkan sebanyak 32 sampel. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kebersihan diri yang baik, yaitu sebanyak 29 orang (91%) dan 3 orang (9%) memiliki kebersihan diri yang kurang baik. Seluruh responden (100%) terinfestasi kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku kebersihan diri yang baik belum cukup mencegah terjadinya infestasi kutu kepala.References
Irnawati, C. Hipnoterapi Untuk Peningkatan Perilaku Personal Hygiene Anak Jalanan Di PPAP Seroja KODYA SURAKARTA. Tesis Universitas Mercu Buana Yogyakarta. 2018.
Asthiningsih, N. Edukasi Personal Hygiene Pada Anak Usia Dini Dengan G3CTPS. Jurnal Pesut: Pengabdian Untuk Kesejahteraan Umat. 2019. 1(2).
Stone SP. Scabies, Other Mites and Pediculosis. In: Freedberg IM, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine volume 2, 8th edition. USA: The Mcgraw-Hill. 2012.
Hardiyanti, N. Pediculosis capitis Medical Journal of Lampung University. 2015. Vol. 4, No. 9.
Raeisi S, Eteghadi A, Balouchi A. Prevalence of Head Lice Infestation and Its Associated Factors Among Primary School Students in Zabol. IJPT. Iran: Iranshahr University of Medical Science. 2016: 8 (3); 19135-38.
Sri, W. Identifikasi Infeksi Pediculosis capitis pada Santriwati Pondok Pesantren Jombang. 2015.
Lukman, N. Hubungan faktor-faktor risiko Pediculosis capitis terhadap kejadiannya pada santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kabupaten Jember. Jurnal Universitas Jember. 2018.
Puskesmas Kecamatan Mempawah Timur. Kejadian Penyakit Pada Masyarakat di Kecamatan Mempawah. 2016.
Farah, DF. Diana, N. Eka, AP. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Pediculosis capitis Pada Santri Putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur. 2017.
Vanessa, A. Gambaran perilaku kebersihan diri terkait infestasi kutu kepala pada santriwati di Pondok Pesantren Anshor Riau. Jurnal Universitas Tarumanegara. 2021.
Adhi, Djuanda. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi kelima. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2007.
World Health Organization. Adolescent health. WHO; 2021.
Khadijah, et al. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Pediculosis capitis pada siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;7(2):152-158.
Nurhayati, et al. Perilaku personal hygiene dan hubungan dengan infestasi Pediculus humanus capitis pada santri pondok pesantren. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education. 2020;8(1):10-18.
Putri HN, Maharani R. Faktor risiko infestasi Pediculus humanus capitis pada anak sekolah dasar di daerah pedesaan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2021;5(1):25–31.
Kusuma Y, et al. Adaptasi Sosial Santri Baru di Lingkungan Pesantren. Jurnal Psikologi. 2020;18(2):125–34.
Fathurrohman M, Hidayati T. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Santri di Pesantren dengan Kepadatan Tinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018;14(1):45–53.
Bandura A. Social Cognitive Theory: An Agentic Perspective. Annual Review of Psychology. 2001;52:1–26.
Wahyuni S, Nuryani W. Hubungan antara kebersihan diri dan infestasi kutu kepala pada santri di pondok pesantren. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;15(2):89–95.
Puspitasari DA, Hidayati N. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pedikulosis kapitis pada santri. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2021;9(1):45–51.
Junaidi A, Nurul H. Hubungan Perilaku Kebersihan Diri dengan Infestasi Kutu Kepala di Pesantren. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2020;10(2):123–9
Rahmawati N, Putri E, Anggraini R. Frekuensi Pencucian Rambut dan Risiko Pediculosis Capitis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2021;5(2):70–6.
Lestari W, Susanti E, Widodo A. Penggunaan Barang Pribadi Bersama dan Risiko Pediculosis Capitis. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;7(1):44–50.
Afriyani D, Hamid R, Lestari N. Gambaran kejadian pedikulosis kapitis dan perilaku personal hygiene santri. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional. 2019;4(2):108–14.
Ajzen I. The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes. 1991;50(2):179–211.
Chosidow O. Scabies and Pediculosis. The Lancet. 2000;355(9206):819–26.
Amaliah R, Fitriani R. Upaya pengendalian Pediculosis capitis di lingkungan pesantren: Tinjauan epidemiologis. Jurnal Ilmu Kesehatan Komunitas. 2022;13(1):12–8.
Sangaré AK, et al. Management and treatment of human lice. Biomed Res Int. 2016
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, andindicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- NonCommercial "” You may not use the material for commercial purposes.
- ShareAlike "” If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.