TINJAUAN GEOMETRIK JALAN NASIONAL PADA KM 215 + 000 SAMPAI 259+500, KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Ady Sutrisno
  • Slamet Widodo
  • Eti Sulandari

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v2i2.16113

Abstract

perencanaan bentuk fisik sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan. Ruas jalan nasional Simpang Tanjung - Sangau Kalimantan Barat merupakan jalan akses utama yang menghubungkan antar kabupaten di provinsi Kalimantan Barat dan sekaligus merupakan salah satu prasarana dasar yang penting bagi   usaha meningkatkan taraf   hidup masyarakat daerah khususnya Kalimantan Barat.

Tinjauan dilakukan berdasarkan data   primer  yang diperleh dari survei langsung ke lapangan seperti tracking dan marking lokasi diambil 10 sample tikungan kemudian dipilih 2 tikungan yang dianggap paling eksisting dibandingkan tikungan lain dan dilanjutkan dengan pengkukuran kerangka horizontal dan titik detail pada tikungan tersebut   untuk memperoleh data jenis lengkung horizontal, jari jari tikungan   dan superelevasi eksisting.

Hasil tinjauan geometrik   ruas jalan nasional Simpang Tanjung - Sanggau   Kalimantan Barat terdapat dua tikungan ekstrim yaitu tikungan 3 dan 4. Berdasarkan hasil analisa dapat   dilihat bahwa kondisi eksisting desain tikungan masih belum memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Kondisi eksisting lebar lajur 6,47 m sedangkan syarat ketentuan menurut standar RSNI tahun 2004 merekomendasikan dengan lebar 7,2 m. Kondisi eksisting kemiringan superelevasi tikungan 3 sebesar 2 % dan tikungan 4 sebesar 4% sedangkan syarat ketentuan menurut standar RSNI tahun 2004 merekomendasikan superelevasi minimal berdasarkan kecepatan dan jari jari rencana adalah 4,7 % - 5,6 % . Kondisi eksisting perbandingan jari jari pada tikungan 3 dan 4 sebesar 0,92 sedangkan syarat ketentuan menurut standar RSNI tahun 2004 merekomendasikan perbandingan jari jari < 0,67 . selain itu Kondisi Fasilitas jalan yang kurang terawat dan diperlukan perawatan / penambahan fasilitas tambahan guna meningkatkan keamanan bagi para pengguna jalan.   Hasil tinjauan juga menunjukan kondisi kebebasan samping masih di anggap kurang dari standar karena kondisi dan topografi terhalang oleh semak belukar .Berdasarkan hasil identifikasi tikungan 3 dan 4 dapat digunakan   dengan bentuk tikungan S-C-S dengan kecepatan rencana 30 km/jam ,   R3= 45 m , R4= 70 m , lebar lajur 7,2 m , superelevasi e 3 = 5,6 % , e 4 = 4,7 %   , Jh = 29,7 m , E3 = 10,61 m , E4 = 19,66   m dengan penambahan pelebaran perkerasan tikungan 3 sebesar 2,64 m ,1,75 m pada tikungan 4 , dan   bentuk tikungan S - S dengan kecepatan rencana 30 km/jam ,   R3= 45 m , R4= 70 m , lebar lajur 7,2 m , superelevasi e 3 = 5,6 % , e 4 = 4,7 %   , Jh = 29,7 m , E3 = 14,13 m , E4 = 26,90   m.

Berdasarkan hasil tinjauan data menunjukan bahwa bentuk tikungan S-C-S merupakan bentuk tikungan yang cocok digunakan sebagai alternatif bentuk perbaikan pada tikungan 3 dan 4.

Downloads

Published

2016-06-29