PENENTUAN JALUR TRANSMISI AIR BAKU UNTUK WILAYAH PERKOTAAN DI KECAMATAN BENUA KAYONG

Authors

  • Lusia Dewi Nurjana
  • - Nurhayati
  • Aji Ali Akbar

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v6i1.31634

Abstract

Saat ini pelayanan air bersih oleh PDAM Ketapang untuk penduduk Kecamatan Benua Kayong melalui fasilitas sambungan rumah masih sangat minim, yaitu sekitar 11,95% dari jumlah penduduk di Kecamatan Benua Kayong walaupun wilayahnya memiliki banyak sungai. Pertumbuhan penduduk yang bertambah berdampak terhadap besarnya kebutuhan air. Diperlukan pengembangan sarana dan prasarana dalam penyediaan air bersih yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan penduduk di Kecamatan Benua Kayong. Sistem perpipaan akan berpengaruh terhadap elevasi jalur transmisi sehingga penentuan jalur transmisi yang efisien sangatlah penting direncanakan. Penentuan jalur transmisi dilakukan berdasarkan hasil survei di lapangan yang dihubungkan dengan data spasial, seperti peta topografi dan peta tata guna lahan. Jalur transmisi air baku untuk IPA Muliakerta ada 2 jalur alternatif dengan panjang transmisi dan penggunaan lahan yang berbeda. Jalur transmisi terpilih adalah alternatif 2 dengan panjang transmisi 17,4 km.

Kata-kata kunci:     transmisi air baku, Kecamatan Benua Kayong, PDAM Ketapang, IPA Muliakerta

Downloads

Published

2019-03-08