PENGGUNAAN METERIAL KAYU BENGKIRAI SEBAGAI BAHAN PEMBUTAN BETON RINGAN

Authors

  • M. Imam Setiawan
  • Erwin Sutandar
  • Asep Supriyadi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v7i2.42486

Abstract

Bahan agregat kasar ringan yang digunakan merupakan limbah kayu bengkirai dari pengrajin kusen pintu dan jendela. Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan agregat Kayu Bengkirai terhadap berat volume, kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton, serta mendapatkan variasi optimal dari variasi jumlah agregat Kayu Bengkirai. Perhitungan campuran beton mengunakan metode SNI   7656-2012 dengan kuat tekan rencana 22,5 MPa. Variasi campuran   agregat Kayu Bengkirai yaitu sebesar   90%, 100% dan 110% dari banyaknya agregat kasar yang digunakan, serta dibuat beton normal sebagai pembanding. Benda uji yang dibuat berbentuk slinder dengan   diameter 15   cm dan tinggi 30 cm.   Dari penelitian,   didapat hasil   berat volume beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai   berkisar antara 1737-1788 kg/m3 lebih ringan dari beton normal yaitu 2361 kg/m3. Nilai kuat tekan rata-rata beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai berkisar 11,04-12,55 MPa lebih kecil dari beton normal yaitu 24,91 MPa. Nilai modulus elastisitas beton ringan dengan agregat Kayu Bengkirai berkisar 9912,63-12682,19 MPa lebih kecil dari beton normal yaitu 34919,25 MPa.   Dari penelitian ini dapat disimpulkan beton agregat Kayu Bengkirai masih tergolong kedalam beton ringan dan agregat   Kayu Bengkirai tidak direkomendasikan sebagai pengganti agregat kasar pada pembuatan beton ringan, jika tidak ada perbaikan/peningkatan daya ikat   antara agregat Kayu Bengkirai dengan semen.

Kata kunci: beton ringan, agregat Kayu Bengkirai, berat volume, kuat tekan , modulus elastisitas

Downloads

Published

2020-06-24