PENGARUH TINGKAT KONSISTENSI DAN KORELASI DATA CURAH HUJAN TERHADAP KERAPATAN STASIUN HUJAN DI DAS LANDAK

Authors

  • Arnando Capri Saidi
  • Nurhayati Nurhayati
  • Umar Umar

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v8i1.45988

Abstract

Salah   satu   faktor   penting   dalam   analisis   hidrologi,   terutama   yang   menyangkut   parameter   hujannya,   adalah kerapatan (density) stasiun hujan suatu daerah aliran sungai (DAS). Besar sebaran dan kerapatan stasiun hujan dapat mempengaruhi tingkat kesalahan nilai rerata suatu data. Kerapatan stasiun hujan yang tinggi dalam suatu DAS   memberikan   data   yang   berkualitas   untuk   kebutuhan   perencanan   bangunan   air.   Permasalahan   jumlah   dan sebaran stasiun hujan DAS di Indonesia sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian. Hal ini terlihat pada ketidakadaan   petunjuk   baku   mengenai   metode   pola   penempatan   dan   penyebaran   stasiun   pengukur   hujan   yang tepat. DAS Landak memiliki permasalahan serupa, sehingga diperlukan analisis mengenai kerapatan stasiun hujan yang berada di DAS Landak. DAS Landak memiliki total luas sebesar 8.627,347 km2 atau sama dengan 8,8% dari total   luas   DAS   Kapuas   yaitu   98.021,82   km2   dengan   panjang   sungai   utama   sepanjang   232,85   km.   Kerapatan jaringan stasiun hujan eksisting pada DAS Landak tidak memenuhi standar World Meteorological Organization (WMO)   menurut   kriteria   wilayahnya,   tidak   memenuhi   kesalahan   perataan   5%   dan   tidak   memenuhi   kesalahan interpolasi 2,5%. Analisis Kagan menghasilkan jumlah stasiun hujan sebanyak 36 buah yang terdiri dari 7 stasiun eksisting   dan   29   stasiun   baru   yang   diplot   secara   acak   di   dalam   masing-masing   jaring   Kagan   dengan   kondisi cakupan area 238,29 km2/stasiun dan jarak antar stasiun 16,52 km. Key Words: Daerah Aliran Sungai Landak, Kerapatan Stasiun Hujan, Metode Kagan

Downloads

Published

2021-02-25

Issue

Section

JeLAST Februari 2021