PERLAWANAN ALIRAN PADA SALURAN ALAMI STUDI KASUS SUNGAI KAPUAS KECIL

Authors

  • Veronika Ristanti
  • Hari Wibowo
  • Eko Yulianto

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v8i1.47026

Abstract

Perlawanan terhadap aliran pada perubahan saluran aluvial dengan kondisi aliran dan sedimen dapat menyebabkan bentuk konfigurasi dasar sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perlawanan aliran berdasarkan bentuk dasar dan bentuk dasar yang terjadi di Sungai Kapuas Kecil, cara menghitung perlawanan aliran akibat bentuk dasar pada sungai alami dengan menggunakan rumusan empiris, Serta membandingkan rumusan Manning di lapangan akibat bentuk dasar terhadap rumusan Manning penelitian yang ada. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder dan primer.Perlawanan aliran akibat unsur kekasaran butiran dan perlawanan bentuk dasar berpengaruh terhadap nilai koefisien kekasaran Manning. Tanpa adanya bentuk dasar maka nilai koefisien kekasaran Manning akan menurun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, bentuk perlawanan dasar saluran dinyatakan dengan koefisien kekasaran dasar Manning pada material non kohesif di saluran aluvial. Bentuk dasar yang terjadi di sungai Kapuas Kecil berupa dunes dengan tinggi gelombang pasir rata-rata 16,7 cm, terjadi di regime aliran rendah dan memiliki bilangan Froude pada ukuran butiran rata-rata 0,205 kurang dari 1. Nilai n pengukuran dilapangan akibat bentuk dasar diperoleh dengan nilai rata-rata sebesar 0,058, sedangkan untuk nilai n pengukuran   Manning berdasarkan penelitian yang ada didapat rata-rata sebesar 0,0384

Downloads

Published

2021-02-03

Issue

Section

JeLAST Februari 2021