EVALUASI EFEKTIFITAS KAPAL KERUK DI AREA PENGERUKAN ALUR PELAYARAN SUNGAI KAPUAS KECIL TAHUN 2018/2019
DOI:
https://doi.org/10.26418/jelast.v8i2.48970Abstract
Sedimentasi pada alur pelayaran di muara sungai Kapuas Kecil Pontianak Kalimantan Barat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya endapan lumpur yang terbawa pada saat air sedang surut akibat dari erosi tanah di bagian hilir sungai dan juga pertemuan arus sungai Kapuas Kecil dengan arus Laut Cina Selatan. Sedimentasi akan berdampak pada operasional lalu lintas kapal dimana kapal-kapal dengan draft besar tidak dapat masuk menuju pelabuhan pada saat air laut surut sehingga perlu dilakukan pengerukan. Ada beberapa tipe kapal yang digunakan untuk melakukan pengerukan yaitu kapal keruk bertipe hisap TSHD (Trail Suction Cutter Dredger), Grab/Clamshell Hopper, dan Clamshell Non Hopper. Metode goal seek digunakan untuk mendapatkan efektifitas kerja kapal keruk dan presentase volume hasil keruk harian yang diproduksi setiap kapal keruk yaitu KK. Perintis 2000 dalam waktu 210 hari, KK. Kalimantan II selama 192 hari, KKC. POSO selama 149 hari, KKC Bina Sarana 99 selama 81 hari, dan KKC. Tk. ISE I/II yang pada saat di lapangan hanya bertindak sebagai kapal keruk pembantu. Dari hasil analisa, didapatkan hasil bahwa kapal keruk yang bekerja paling efektif adalah kapal KK. Kalimantan II berjenis TSHD, KKC POSO berjenis clamshell non hopper, KKC. Tk. ISE I/II berjenis clamshell hopper.
Kata kunci: sedimentasi, pengerukan, kapal keruk