PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA DAN ABU SERBUK KAYU SEBAGAI FILLER DALAM CAMPURAN LASTON AC "“ WC ( ASPHALT CONCRETE "“ WEARING COURSE )

Authors

  • - Revandra
  • Slamet Widodo
  • Siti Nurlaily Kadarini

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v8i3.52333

Abstract

Indonesia menghasilkan sampah 65 juta ton perharinya, sampah yang dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik (60%), sampah plastik (14%), sampah kertas (9%), kaca dan kayu (12,7%). Berdasarkan data tersebut, maka digunakan serbuk kaca dan abu serbuk kayu sebagai filler dalam campuran aspal khususnya campuran Asphalt Concrete "“ Wearing Course (AC-WC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan serbuk kaca dan abu serbuk kayu dengan abu batu sebagai filler dalam campuran perkerasan jalan LASTON AC-WC meliputi pengujian marshall dan analisa void yang terdiri dari VMA, VIM, VFB, dan MQ. Proporsi campuran agregat kasar 39%, agregat halus 54,5%,   dan filler   6,5%. Perencanaan benda uji dengan kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Pada masing masing KAO didapatkan bahwa pada campuran aspal menggunakan filler abu batu nilai   stabilitas sebesar 1007,26 kg, flow 3,37 mm, VIM 4,62%, VMA 16,36 %, VFB 81,14% dan MQ 299,72 kg/mm. Pada campuran aspal menggunakan filler serbuk kaca didapatkan nilai stabilitas sebesar 978,64 kg, flow 3,33 mm, VIM 4,67%, VMA 16,38%, VFB 80,74%, dan nilai MQ 293,80 kg/mm. Kemudian campuran aspal dengan menggunakan filler abu serbuk kayu didapatkan nilai stabilitas sebesar 946,94 kg, flow 3,63 mm, VIM 4,59%, VMA 16,26%, VFB 81,07%, dan MQ 260,69 kg/mm.

Kata kunci: Abu Serbuk Kayu, Campuran AC-WC, Filler, Parameter Marshall, Serbuk Kaca.

Published

2021-12-06

Issue

Section

JeLast Edisi Desember 2021