PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATU BARA (FLY ASH) TERHADAP KUAT GESER

Authors

  • Puji Febry Mindartin
  • R.M. Rustamaji
  • Eka Priadi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v8i3.57768

Abstract

 

Stabilisasi tanah merupakan usaha untuk memperbaiki sifat tanah. Proses stabilisasi paling sederhana yakni pemadatan, sehingga menggunakan teknik yang lebih efektif dengan mencampur tanah dengan pasir atau semen, grouting atau injeksi semen, abu terbang (fly ash), pemanasan dan lain sebagainya.Tujuan dari penelitian adalah menganalisa pengaruh penambahan abu terbang batu bara (fly ash) terhadap kuat geser tanah pada Uji Triaxial (Unconsolidated Undrained) dengan mengetahui angka faktor keamanan yang dapat ditinjau dengan penambahan abu batu bara. serta pengaruh dalam penambahan abu batu bara terhadap sifat fisik tanah yang akan menjadi korelasi untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah batu bara (fly ash) terhadap parameter kuat geser tanah dengan cara triaxial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kohesi (c) dan sudut geser (Ï•) tertinggi didapat dari tanah dengan kadar fly ash sebesar 40% dengan lama pemeraman selama 28 hari yang menghasilkan nilai sebesar 3.025 kg/cm ² dan 15 º. Kadar air pada tanah asli sangat berpengaruh terhadap kuat geser tanah dengan semakin besar kadar air pada tanah, nilai sudut geser (Ï•) semakin kecil. Hal tersebut dapat dihasilkan bahwa limbah batu bara (fly ash) dapat digunakan untuk meningkatkan kuat geser tanah berdasarkan nilai kohesi (c) dan sudut geser (Ï•) yang didapatkan.

 

Kata Kunci: Stabilisasi tanah, Fly Ash, Triaxial Unconsolidated-Undrained, Kohesi, Sudut Geser

Published

2021-12-05

Issue

Section

JeLast Edisi Desember 2021