Analisis Daya Dukung Kawasan Wisata Mangrove Setapuk Kota Singkawang
DOI:
https://doi.org/10.26418/jelast.v9i4.60126Abstract
Wisata Mangrove Setapuk merupakan satu-satunya wisata alam di Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang menerapkan konsep edu-ekowisata. Destinasi ini memiliki beragam potensi khas ekosistem mangrove dan turut menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Kekhawatiran timbul apabila terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang berimplikasi pada peningkatan aktivitas wisatawan dan dapat berdampak pada kerusakan lingkungan pada kawasan Mangrove Setapuk. Daya dukung (carryng capacity) dalam konteks ekowisata dimaksudkan untuk menghitung kemampuan destinasi wisata tersebut dalam menerima kunjungan (kuantitas/jumlah pengunjung). Tujuanã…¤dariã…¤penelitianã…¤ini adalah menganalisis dayaã…¤dukungã…¤lingkunganã…¤Wisata Mangrove Setapuk. Metode perhitungan Daya Dukung Kawasan (DKK) yang diperkenalkan oleh Yulianda (2007) digunakan padaã…¤penelitian iniã…¤untuk menganalisis daya dukung Wisata Mangrove Setapuk dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis adalah nilai dayaã…¤dukung kawasanã…¤(DDK) Wisata Mangrove Setapuk adalah sebesar 20.868 orang/hari. Nilai daya dukung tersebut berada diatas jumlah kunjungan rata-rata saat ini, yaitu 27 orang/hari. Jumlah pengunjung/wisatawan yang datang setiap harinya masihã…¤berada di bawah nilai daya dukung kawasan akan mengurangi kerusakan dan fasilitas pendukung. Kawasan masih potensial untuk dikembangkan, baik menambah kegiatan maupun memperluas area untuk jenis kegiatan yang ada, namun dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.Published
2022-12-16
Issue
Section
JeLAST Desember 2022