Pengembangan Geometrik Sisi Udara (Runway, Taxiway, dan Apron) Bandara Supadio dengan adanya Jalur Runway Baru
DOI:
https://doi.org/10.26418/jelast.v9i4.60362Abstract
Bandara Internasional Supadio adalah salah satu bandara internasional terbesar di Kalimantan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan lalu lintas udara, sehingga diperlukan adanya pengembangan sisi udara bandara. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi jumlah penumpang, menentukan pesawat rencana, dan merencanakan dimensi, marking, dan layout sisi udara agar dapat mendukung arus lalu lintas udara dalam 20 tahun mendatang. Adapun penelitian yang dilakukan dengan memperoleh data sekunder dari instansi terkait seperti PT. Angkasa Pura II, Badan Pusat Statistik, dan juga situs-situs web yang terpercaya tentang kebenaran datanya. Model metode prediksi jumlah penumpang pada tahun 2042 menggunakan metode Trend Analysis dengan menggunakan regresi fungsi polinomial, dan juga untuk menghitung dimensi runway, taxiway, dan apron berdasarkan metode dari ICAO. Untuk jumlah penumpang pada tahun 2042 didapatkan sebanyak 28.305.677 penumpang/tahun, jumlah pergerakan pesawat pada saat jam sibuk sebanyak 25 dengan pesawat rencana Boeing 777-200ER. Dimensi runway didapatkan sebesar 3.500 x 60 m, taxiway selebar 44 m, lokasi high-speed exit taxiway berada pada 2.905 m dari ujung runway, dan juga apron seluas 284.596 m2 dengan apron gate sebanyak 15 buah.