NORMALISASI SUNGAI RANTAUAN SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK

Authors

  • Martin .
  • Fransiskus Higang
  • Stefanus Barlian Soeryamassoeka

DOI:

https://doi.org/10.26418/jelast.v3i2.8976

Abstract

Banjir yang terjadi di Kecamatan Jelimpo pada tanggal 11 Februari 2013 mengakibatkan kegiatan di Kecamatan Jelimpo lumpuh total.Banjir di Kecamatan Jelimpo ini diakibatkan oleh naiknya muka air pada Sungai Rantauan karena tidak dapat mengalirkan debit banjir. Salah satu tindakan yang dapat diambil adalah dengan melakukan normalisasi Sungai Rantauan. Luas penampang Sungai Rantauan eksisting saat ini berkisar dari 10,587 m2 sampai dengan 23,819 m2.

Dalam perhitungan untuk mendapatkan dimensi rencana normalisasi Sungai Rantauan, diperlukan data-data berupa data topografi lokasi kegiatan yang didapat dari pengukuran di lokasi, data curah hujan yang didapat dari stasiun SC-06 Ngabang, peta catchment area yang didapat dari U.S. Army Map Service, dan peta rawan bencana yang didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Landak. Analisis curah hujan rencana dilakukan dengan memilih metode yang paling sesuai dari metode Normal, metode Gumbel tipe I, dan metode Log Pearson tipe III. Analisis intensitas hujan dilakukan dengan menggunakan persamaan Mononobe. Analisis debit banjir dilakukan dengan metode Snyder. Analisis kapasitas sungai dilakukan dengan bantuan program HEC-RAS.

Debit banjir pada DAS Rantauan adalah sebesar 118,759 m3/detik untuk periode ulang 2 tahun, 159,115 m3/detik untuk periode ulang 5 tahun, 180,253 m3/detik untuk periode ulang 10 tahun, 197,549 m3/detik untuk periode ulang 20 tahun, 217,246 m3/detik untuk periode ulang 50 tahun, dan 230,698 m3/detik untuk periode ulang 100 tahun. Penampang rencana normalisasi Sungai Rantauan direncanakan menjadi 13 jenis penampang yang semakin besar dari hulu ke hilir. Akibat upaya normalisasi, luas penampang Sungai Rantauan mengalami peningkatan sebesar 191,3% sampai 430,1% dari luas penampang eksisting menjadi sebesar 20,25 m2 sampai 92,25 m2. Berdasarkan analisa hidrolika dengan program HEC-RAS didapatkan bahwa penampang rencana normalisasi Sungai Rantauan dapat mengalirkan debit banjir.

 

Kata kunci : Banjir, Normalisasi, Sungai Rantauan, Kecamatan Jelimpo, HEC-RAS, Snyder

Downloads

Published

2014-12-06