ANALISA KESTABILAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN FONDASI BOREDPILE DI SAJINGAN, KABUPATEN SAMBAS, PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jelast.v12i1.91054Abstract
Konstruksi dinding penahan tanah atau disebut Retaining Wall adalah bangunan yang dikhususkan untuk menstabilkan tanah pada kondisi dan keadaan yang tertentu khususnya pada area tanah yang berkontur lereng alam maupun lereng buatan atau lereng akibat urugan tanah seperti pada kasus yang terjadi di daerah Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa stabilitas suatu dinding penahan tanah dengan menggunakan fondasi borepile terhadap beban yang diterimanya di daerah Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, serta memperhitungkan deformasi konstruksi dengan menggunakan analisa program Plaxis Professional 8.6 & GeoStudio SLOPE/W. Berdasarkan analisa perhitungan stabilitas dinding penahan tanah untuk STA 0+190 & STA 0+200 menunjukan bahwa dinding penahan tanah tidak mampu menahan gaya geser, dan daya dukung tanah, sehingga ditambah perkuatan dengan pemasangan borepile dengan diameter 60cm. Selain itu, pada analisa menggunakan Plaxis Proffesional 8.6 juga didapatkan nilai deformasi tanah, nilai deformasi yang didapatkan untuk STA 0+190 adalah 1,844 cm tanpa tiang dan 1,555 cm dengan tiang, kemudian untuk STA 0+200 adalah 1,499 cm tanpa tiang dan 1,354cm dengan tiang.Downloads
Published
2025-03-05
Issue
Section
JeLAST Edisi Februari 2025