ANALISIS CAPITAL RECOVERY PROYEK PERLUASAN BANDAR UDARA SUPADIO PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jelast.v1i1.9894Abstract
Tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu investasi pembangunan atau perluasan suatu bandar udara, maka analisis tentang investasi tersebut harus dilakukan dengan baik dan matang dengan mempertimbangkan perhitungan pembalikan modal (capital recovery) dan berapa lama nilai investasi akan dikembalikan dengan dioperasikannya fasilitas yang telah dikembangkan melalui dana investasi tersebut. Mengingat status Bandar Udara Supadio Pontianak merupakan Bandar Udara Internasional, maka kondisi eksisting sampai dengan tahun 2012 dirasa sudah tidak memadai untuk pelayanan suatu bandara Internasional. Maka dari itu perlu adanya pengembangan kawasan secara menyeluruh. Tujuan yang akan dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kelayakan secara ekonomis yang mampu ditunjukkan oleh aliran kas Angkasa Pura II Cabang Supadio terhadap investasi perluasan kawasan Bandar Udara Supadio. Dengan mengumpulkan laporan keuangan Bandar Udara Supadio Pontianak selama tujuh periode dan kemudian memperkirakan aliran kas dengan analisis rangkaian waktu linier serta mengasumsikan nilai rata-rata Rate of Investment selama lima tahun terakhir sebagai MARR, yaitu sebesar 16% dan nilai kelayakan bangunan selama 35 tahun. Dari analisis ekonomi teknik yang dijalankan, proyek perluasan kawasan Bandar Udara Supadio Pontianak ini masih menyisakan nilai NPV negatif yaitu Rp. 174,239,243,060 di tahun ke 35 (2045), dan nilai IRR yang mampu dihasilkan adalah 8.56% (IRR < MARR). Jadi, aliran kas Angkasa Pura II Cabang Supadio tidak mampu memcerminkan kelayakan dari sisi ekonomi. Kelayakan secara ekonomi hanya mampu ditunjukkan oleh aliran kas Angkasa Pura II secara menyeluruh, hal ini ditunjukkan oleh nilai Rate of Investment di tahun investasi (2011 dan 2012) adalah 17.82% dan 18.37%.
Kata kunci: Perluasan Bandar Udara Supadio, Capital Recovery, NPV, IRR, PBP