PERAN GURU IPS SEBAGAI INFLUENCER DALAM MENINGKATKAN ECOLITERACY PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS
DOI:
https://doi.org/10.26418/skjpi.v3i2.67792Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kecerdasan ekologi peserta didik kelas VII F SMP Negeri 10 Bandung, keadaan lingkungan kelas yang kotor akibat sampah yang berserakan, boros dalam menggunakan kertas, mengendarai sepeda motor ketika pergi ke sekolah, dan banyaknya peserta didik yang memiliki kebiasaan membeli air minum kemasan dibandingkan dengan membawa botol minum isi ulang dari rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter ekoliterasi peserta didik melalui influencer guru dengan memanfaatkan media sosial Instagram untuk menginfluence peserta didik melalui konten-konten ekoliterasi yang dapat mendorong pelibatan karakter ekoliterasi dalam diri peserta didik. Dalam pengembangan karakter ekoliterasi peserta didik, guru pada indikator kompetensi dari The Center for Ecoliteracy yang mencakup tiga aspek yakni aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart. Desain ini dilakukan dengan empat tahapan, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan penelitian tindakan kelas melalui guru influencer dapat meningkatkan karakter ekoliterasi pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik kelas VII F SMP Negeri 10 Bandung. Desain ini dilakukan dengan empat tahapan, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan penelitian tindakan kelas melalui guru influencer dapat meningkatkan karakter ekoliterasi pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik kelas VII F SMP Negeri 10 Bandung. Desain ini dilakukan dengan empat tahapan, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Hasil penelitian menunjukkan penelitian tindakan kelas melalui guru influencer dapat meningkatkan karakter ekoliterasi pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik kelas VII F SMP Negeri 10 Bandung.
References
Afandi, R. (2019). How to Win Instagram: Trik menjadi Instagram Influencer. Yogyakarta: CV. Diandra Primamitra Media.
Afifah, S. N., & Rofiah, L. (2020). Pengembangan Sumber dan Media Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Ecoliteracy Peserta Didik. JIPSINDO, 7(2), 136-161.
Asrori, M. (2019). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Sandiarta Sukses.
Bashir, S., Bajwa, M., & Rana, S. (2014). Teacher as a Role Model and its Impact on the Life of Female Students. International Journal of Research-Granthaalayah, 1(1), 9-20.
Keraf, A. S., & Capra, F. (2014). Filsafat Lingkungan Hidup, Alam sebagai sebuah Sistem Kehidupan. Yogyakarta: Kanisius.
McBride, B. B., Brewer, C. A., Berkowitz, A. R., & Borrie, W. T. (2013). Environmental Literacy, Ecological Literacy, Ecoliteracy: What do we Mean And How did we get here?. Ecosphere, 4(5), 1-20.
Ruhimat, M. (2019). Manusia, Tempat dan Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Sipayung, V. (2020). Peningkatan Ecoliteracy Siswa dalam Memanfaatkan Lahan Sempit melalui Project Tobat (Tanaman Obat) dengan Mendaur Ulang Sampah Botol Plastik pada Pembelajaran IPS. Skripsi Universitas Pendidikan Indonesia.
Siregar, J. (2016). Upaya Guru Membentuk Akhlak Peserta Didik di MIN Nagasaribu Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara (Doctoral dissertation, IAIN Padangsidimpuan).
Supriatna, N. (2016). Ecopedagogy: Membangun Kecerdasan Ekologis dalam Pembelajaran IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Supriatna, N., & Maulidah, N. (2020). Pedagogi Kreatif: Menumbuhkan Kreativitas dalam Pembelajaran Sejarah dan IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tamam, B. (2016). Peningkatan Ecoliteracy Siswa sebagai Green Consumer melalui Pemanfaatan Kemasan Produk Konsumsi dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 24(2), 227-238.