Kepercayaan Diri Dan Kondisi Fisik Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dalam Perkuliahan Gulat
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpjk.v4i1.63050Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kepercayaan diri dan kondisi fisik mahasiswa pendidikan jasmani dalam perkuliahan gulat. Apakah mahasiswa pendidikan jasmani yang mengikuti perkuliahan gulat itu memiliki kepercayaan diri dan kondisi fisik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode suvey dengan memberikan angket dengan skala likert kepada mahasiswa yang mengikuti perkuliahan gulat dan mengukur tes fisik mahasiswa dengan tes dan pengukuran terhadap komponen-komponen kondisi fisik yaitu kecepatan, daya tahan, kelentukan, dan kekuatan. Dari hasil tes yang di lakukan didapatkan bahwa mahasiswa pendidikan jasmani memiliki kepercayaan diri dengan kategori "sangat baik" ada 13 mahasiswa atau 65%, "baik" ada 7 mahasiswa atau 35 %, daya tahan " baik" ada 9 mahasiswa atau 45 %, "cukup" ada 8 mahasiswa atau 40 %, "kurang" ada 3 mahasiswa atau 15 %, kecepatan " baik" ada 15 mahasiswa atau 75 %, "cukup" ada 5 mahasiswa atau 25 %, kelentukan "sangat baik" ada 15 mahasiswa atau 75 %, "baik" ada 5 mahasiswa atau 25 %, kekuatan otot lengan "baik" ada 15 mahasiswa atau 75 %, "cukup" ada 5 mahasiswa atau 25 %, kekuatan otot kaki "baik" ada 2 mahasiswa atau 10 %, "cukup" ada 18 mahasiswa atau 90 %.
References
Agus supriyoko dan wisnu mahardika. (2018). Kondisi Fisik Atlet Anggar Kota Surakarta). Jurnal Penelitian Pembelajaran,4,280–292.
Amirullah, (2015). Populasi Dan Sampel. Wood Science and Technology, 16(4), 293–303.
Astuti, R. D., Hasanuddin, & Hudain, M. A. (2019). Survei daya tahan vo 2 max pada atlet karate lemkari sulawesi selatan. Fik Unm, 1–7.
Boihaqi. (2017). analisis kondisi fisik atlet sepakbola sma negeri 4 banda aceh. 4, 121–135.
Dongoran, M. F., Kalalo, C. N., & Syamsudin. (2020). Profil psikologis atlet pekan olahraga nasional (PON) Papua Menuju PON XX tahun 2020. Journal Sport Area, 5(1), 13-21
Hendriana, H. (2014). Membangun Kepercayaan Diri Siswa Melalui Pembelajaran Matematika Humanis. Jurnal Pengajaran MIPA, 19(1), 56.
Muhammad, J. (2018). Perkembangan kemampuan fisik (kelentukan, kekuatan otot ekstensor, dan kelincahan) orang dewasa muda ditinjau dari usia dan etnik. Journal Power Of Sports, 1(2), 1.
Perdana,(2017). hubungan motivasi dan tingkat kesegaran jasmani terhadap hasil belajar penjasorkes siswa smp negeri 4 kota solok.
DAFTAR PUSTAKA [Times New Roman 11 bold]
Daftar pustaka diurutkan sesuai dengan alfabet. Semua yang dirujuk dalam artikel harus tertulis dalam daftar pustaka dan semua yang tertulis dalam daftar pustaka harus dirujuk dalam artikel. Daftar pustaka primer minimal 7 kutipan dengan menggunakan aplikasi mandeley.
[Times New Roman, 11].
Cox RH. Sport Psychology Concepts and Applications. New York: McGraw-Hill., 564; 2012
Aggerholm, Kenneth, and Lars Tore Ronglan. 2012. “Having The Last Laugh: The Value of Humour in Invasion Games.†Sport, Ethics and Philosophy 6(3): 336–52. http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/17511321.2012.689321.
Akbari, Hakimeh, Abehroz Bdoli, Mohsen Shafizadeh, and Hasan Khalaji. 2009. “The Effect of Traditional Games in Fundamental Motor Skill Development in 7  9 Year  Old Boys.†Iran J Pediatr 19(2): 123–29.
Bardid, Farid, Floris Huyben, et al. 2016. “Assessing Fundamental Motor Skills in Belgian Children Aged 3 – 8 Years Highlights Differences to US Reference Sample.†: 281–90.
Bardid, Farid, An De Meester, et al. 2016. “Human Movement Science Configurations of Actual and Perceived Motor Competence among Children : Associations with Motivation for Sports and Global Self-Worth.†Human Movement Science 50: 1–9. http://dx.doi.org/10.1016/j.humov.2016.09.001.
Barela, José Angelo. 2013. “Fundamental Motor Skill Proficiency Is Necessary for Children’s Motor Activity Inclusion.†Motriz. Revista de Educacao Fisica 19(3): 548–51.
Barnett, Lisa M. 2015a. “Active Gaming as a Mechanism to Promote Physical Activity and Fundamental Movement Skill in Children Available from Deakin Research Online :†(February 2017)