Implementasi Program Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.26418/jpjk.v6i1.96198Abstract
Program Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi Program Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PKG PJOK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru PJOK dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, serta mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 108 peserta program gelombang kedua. Data dikumpulkan melalui kuesioner, rubrik penilaian tugas, dan refleksi tertulis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,7% peserta berhasil menyelesaikan seluruh tugas dan modul, 86,1% mengalami peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik, serta 81,5% dinyatakan siap menjadi fasilitator diseminasi. Capaian ini mengindikasikan bahwa program efektif dalam membentuk guru sebagai agen perubahan pembelajaran PJOK. Namun, masih adanya peserta yang belum siap menjadi fasilitator menunjukkan perlunya dukungan lanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pendampingan pasca pelatihan, perluasan program ke wilayah lain, dan pengembangan penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman guru serta faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan program. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dan kontekstual sebagai fondasi transformasi pendidikan jasmani di daerah 3T.References
Avalos, B. (2011). Teacher professional development in Teaching and Teacher Education over ten years. Teaching and Teacher Education, 27(1), 10–20. https://doi.org/10.1016/j.tate.2010.08.007
Avidov-Ungar, O., & Eshet-Alkakay, Y. (2021). The professional learning of teacher leaders in a national reform: Perceptions, practices, and tensions. Teaching and Teacher Education, 100, 103278. https://doi.org/10.1016/j.tate.2021.103278
Bailey, R., Armour, K., Kirk, D., Jess, M., Pickup, I., & Sandford, R. (2009). The educational benefits claimed for physical education and school sport: An academic review. Research Papers in Education, 24(1), 1–27. https://doi.org/10.1080/02671520701809817
Chen, A., & Ennis, C. D. (2018). Motivation and physical activity in children: Theory and practice. Journal of Teaching in Physical Education, 37(2), 123–132. https://doi.org/10.1123/jtpe.2017-0103
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.
Ekawati, R., Widiastuti, I., & Sari, D. (2024). Digital LMS-Based Professional Learning for Teachers in Remote Areas: Case from Indonesia. Journal of Educational Technology and Society, 27(1), 50–62.
Guskey, T. R. (2002). Professional development and teacher change. Teachers and Teaching: Theory and Practice, 8(3), 381–391. https://doi.org/10.1080/135406002100000512
Hastie, P. A., & Casey, A. (2014). Fidelity in models-based practice research in sport pedagogy: A guide for future investigations. Curriculum Studies in Health and Physical Education, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.1080/25742981.2014.938763
Jelimun, M. O., Widad, M., & Lawe, N. (2022). The use of Google Classroom in the learning process in rural area: A case in East Nusa Tenggara. Premise Journal of English Education and Applied Linguistics, 11(2), 89–103. https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/english/article/view/5833
Kruse, S. D., Louis, K. S., & Bryk, A. S. (1995). An emerging framework for analyzing school-based professional community. In K. S. Louis & S. D. Kruse (Eds.), Professionalism and community: Perspectives on reforming urban schools (pp. 23–44). Corwin Press.
Mardapi, D. (2012). Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Opfer, V. D., & Pedder, D. (2011). Conceptualizing teacher professional learning. Review of Educational Research, 81(3), 376–407. https://doi.org/10.3102/0034654311413609
Permendikbudristek Nomor 2626 Tahun 2023 tentang Model Kompetensi Guru.
Rulyansah, A., Wulandari, R., & Zulkarnain, I. (2025). Digital mentoring platforms for rural teacher development: A pilot from East Indonesia. Indonesia Berdaya: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan, 3(1), 55–68. https://ukinstitute.org/journals/ib/article/view/1073
Setiyani, R., Suryani, N., & Kurniawan, A. (2021). Blended learning dalam pelatihan guru: Studi kasus di daerah tertinggal. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 158–166. https://doi.org/10.21831/jpd.v12i2.39588
Sutardi, D., Dodo, M., Edwar, E., & Haimah, H. (2021). Pelatihan berbasis kebutuhan lokal untuk peningkatan kompetensi guru di daerah 3T. Proceedings of the International Conference on Educational Technology and Pedagogy (ICETEP), 275–280. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210906.051
Swadesi, E., Haryono, & Sugiyanto. (2019). The Effectiveness of Reflective Learning Models in Physical Education. International Journal of Instruction, 12(1), 213–228.
Timperley, H., Wilson, A., Barrar, H., & Fung, I. (2007). Teacher professional learning and development: Best evidence synthesis iteration (BES). Ministry of Education New Zealand. https://www.educationcounts.govt.nz/publications/series/2515/15341
Van Dusen, B., & Otero, V. (2012). The roles of community in professional development: Four cases. arXiv preprint arXiv:1209.1369. https://arxiv.org/abs/1209.1369
Zeichner, K., & Liston, D. (2013). Reflective teaching: An introduction (2nd ed.). Routledge.