UPAYA PENINGKATAN DETEKSI BREEDING PLACE DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID DI KECAMATAN IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jplp2km.v2i2.33015Keywords:
DBD, jumantik, aplikasi androidAbstract
Kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Bantul Yogyakarta pada tahun 2014 meningkat cukup tinggi. Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, memiliki lingkungan dengan kondisi banyak air tergenang dan benda-benda yang memungkinkan air tergenang. Hal ini merupakan tempat ideal bagi perkembangan jentik nyamuk aedes aegypti. Sampah tidak dikelola dengan baik sehingga benda-benda yang menjadi perkembangbiakan jentik nyamuk (breeding place) menjadi lebih banyak. Peranan masyarakat dalam memantau dan melaporkan keberadaan jentik nyamuk hanya dipilih oleh Jumantik dengan sistem pelaporan manual sehingga tidak efektif. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue dengan cara penyuluhan dan pelatihan pemantauan jentik nyamuk di daerah breeding placeberbasis android. Aplikasi smartphoneberbasis android dibuat untuk membantu masyarakat mengenal sekaligus membudayakan pemberantasan sarang nyamuk yang merupakan upaya paling murah dan efektif. Peranan perempuan menjadi sangat penting untuk dioptimalkan dalam kegiatan kader dimasyarakat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang berpengaruh pada pembangunan manusia yang maju. Kegiatan pelatihan deteksi breeding placedemam berdarah dengue dengan aplikasi berbasis android mampu memantau, mendata dan melacak lokasi keberadaan jentik nyamuk aedes aegyptidi daerah breeding place, mengoptimalkan kegiatan Jumantik dan terbentuknya kader-kader baru untuk meningkatkan pengendalian vektor nyamuk dalam membudayakan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik melalui PSN 3M Plus.
References
Agustini, R. T. (2015). Periodic Larva Inspection Evaluation in Tanah Kalikedinding Public Health Center. Journal Promkes, 3(2), 195–205.
Arfan, I. (2019). Keberadaan Jentik Aedes Sp Berdasarkan Karakteristik Kontainer Di Daerah Endemis Dan Non Endemis Demam Berdarah Dengue. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan, 5(2), 258–266. https://doi.org/10.33485/jiik-wk.v5i2.140
Fidayanto, R., Susanto, H., Yohanan, A., Yudhastuti, R., Astra, P. T., Lestari, A., … Malang, H. (2013). Control Model of Dengue Hemorrhagic Fever. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(11), 522–528.
Kemenkes. (2010). Permenkes RI No. 374/Menkes/Per/III/2010 tentang Pengendalian Vektor.
Priesley, F., Reza, M., & Rusjdi, S. R. (2018). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Jurnal .Fk.Unand.Ac.Id, 7(1), 1-07.
Sari, D. (2012). Hubungan Breeding Place Dan Perilaku Masyarakat Dengan Keberadaan Jentik Vektor DBD Di Desa Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, 32.
Setiawan, B., Supardi, F., & Bani, V. K. B. (2018). Analisis Spasial Kerentanan Wilayah Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo Kota Yogyakarta Tahun 2013. Jurnal Vektor Penyakit, 11(2), 77–87. https://doi.org/10.22435/vektorp.v11i2.6464.
Tanjung, M. O. (2012). Marista Octaviani Tanjung Alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP © 2012 Page 1. 1(1), 1–8.
Tri Agus Setiawan, Agus Ilyas, A. P. W. (2018). Pencegahan Dan Edukasi Masyarakat Dalam Penanganan Endemik Penyakit Berbasis Web Untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat Di Kota Pekalongan. Jurnal Litbang Kota Pekalongan, 15.
Widyorini, P., Endah Wahyuningsih, N., Murwani Bagian Kesehatan Lingkungan, R., & Kesehatan Masyarakat, F. (2016). Faktor Keberadaan Breeding Place Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4, 2356–3346.
Wowor, R. (2017). Pengaruh kesehatan lingkungan terhadap perubahan epidemiologi demam berdarah di Indonesia. Jurnal E-Clinic, 5(2), 105–113.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Jurnal Pengabdi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).